Nasional

Terbongkar! Motif dan Kronologi Lengkap M Nuh Ikut Lelang Motor Jokowi

Oleh : Rikardo - Minggu, 24/05/2020 20:30 WIB

Pemenang Lelang Motor Jokowi tahap pertama Muhammad Nuh bersama ibu-ibu kampung Mangis, Jambi (Foto:Ist)

Jambi, INDONEWS.ID - Setelah sempat menghilang beberapa hari usai dimintai keterangan oleh polisi di Polda Jambi, Kami (21/5/2020), M Nuh akhir menampakkan diri.

Banyak orang menebak-nebak wajah M Nuh, warga Kota Jambi yang mendadak viral dan menjadi perbincangan warga net setelah mengaku dirinya sebagai pengusaha. Sehingga ia menjadi pemenang lelang motor listrik Jokowi seharga Rp2,5 miliar.

Namun ternyata, warga Kampung Manggis, kota Jambi tak mampu membayar motor bertanda tangan
Presiden Joko Widodo yang dimenangkannya dalam acara  Konser Amal “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digelar MPR dan BPIP beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah video di YouTube berjudul “Terkuak Bikin Heboh, Akhirnya M. Nuh Bongkar Siapa Dia & Apa Motifnya Ikut Lelang Motor Jokowi”, M. Nuh menjelaskan secara gamblang peristiwa yang sebenarnya terjadi saat itu.

Video tersebut diunggah akun YouTube Macan Idealis pada Sabtu (23/4). “Saya dari dulu buruh bangunan,” begitu M.Nuh mengawali wawancaranya dengan Vasco Ruseimy, sang pemandu acara.

Tampak latar dinding kayu dalam video M. Nuh. M. Nuh lantas bercerita bahwa saat menonton TV, dia kebetulan membuka siaran mengenai konser amal tersebut.

Saat itu, tepat di pertengahan kuis. Ada enam pilihan nomor yang bisa dihubungi. Lalu M. Nuh menghubungi kontak nomor 6 yang saat itu terlihat ditangani oleh Wanda Hamidah.

Itupun dilakukan M. Nuh berkali-kali. Dia bahkan tidak menyangka bisa tersambung. “Setelah masuk itu langsung (ditanya) ini dari siapa. (Dijawab) ini dari Pak M. Nuh, Kampung Manggis, Jambi,” urainya.

Kemudian si penerima telepon M. Nuh menyambar dengan pertanyaan, “Apakah Bapak mau ikut?”. M. Nuh yang mengira dirinya mendapat hadiah langsung menyahut.

“Iya ana (saya) ikut,” tuturnya. “Yang nawarkan hadiah itu mereka sendiri. Waktu itu belum Rp 2,55 M, waktu itu sekitar Rp 500an juta hingga Rp 1 M dia nawarnya,” sambung M. Nuh.

Setelah mencapai Rp 2 miliar, pulsa di handphone M. Nuh habis. Dia bahkan sempat membanting hape tersebut lantaran kecewa gagal dapat hadiah.

Namun kemudian, M. Nuh kaget lantaran handphonenya berdering dan dihubungi pihak lelang. Dia dikabari bahwa dirinya masih ikut dalam program. “Beberapa penawaran ana ikutin, mereka hanya nanya nambah berapa,” kenangnya.

Di alam pikiran M. Nuh, semakin menawar tinggi maka akan semakin besar hadiah yang akan diperoleh.

Dia kala itu berpikir bahwa acara itu adalah acara Presiden Joko Widodo berbagi hadiah untuk rakyat. 

“Setelah 2 M itu jeda, kami terus tawar-menawar. Setelah iklan, langsung (diumumkan) pemenang,” ujarnya.

Penerima telepon lantas menanyakan, “Apakah Bapak berani 2,5 M, terkunci?”. M. Nuh dengan lantang meminta kepada penerima telpon menaikan tawarannya Rp 50 juta.

“Ana nggak pikir lelang. Kalau ana (tahu lelang) nggak berani. Ana pikir menang, ana loncat-loncat,” demikian kenangnya.

Kronologi

Setelah menuai polemik berujung kritik pedas dari masyarakat, Panitia penyelenggara program lelang motor listrik Gesits milik Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers, Jumat 22 Mei 2020. Dalam konferensi pers tersebut, Olivia Zalianty, artis yang mewakili panitia pelaksana meminta maaf sekaligus menjelaskan proses pelelangan motor yang dimenangkan M Nuh, buruh harian lepas asal Jambi.

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama bapak Presiden untuk simpang siurnya berita ini,"ungkap Olivia dalam keterangan resminya di Graha BNPB, Jakarta.

Menurut Olivia, verifikasi identitas pemenang lelang sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Besoknya setelah acara, kami memverifikasi, menelpon kepada pemenang ternyata telponnya ini tidak bisa dihubungi atau tidak aktif," jelas Olivia.

Setelah dilakukan penelusuran berdasarkan identitas yang diberikan saat menelpon dan mengikuti lelang, akhirnya diketahui sosok yang mengaku pengusaha tersebut ternyata buruh harian lepas.

Entah apa motif M Nuh menelpon dan mengikuti lelang motor listrik bertandatangan Jokowi tersebut. Namun berdasarkan pengakuannya seperti yang dijelaskan oleh Kapolda Jambi, M Nuh mengira acara lelang itu acara undian berhadiah.

Menurut Choki Sitohang yang membawakan acara lelang tersebut, telpon M Nuh diterima oleh Wanda Hamidah. Dalam rekaman video acara lelang, Choki menanyakan identitas penelpon kepada Wanda Hamidah.

"Siapa namanya?"

"Bapak M Nuh, dari Jambi. Dia dari Kampung Manggis," jawab Wanda.

Choki kemudian menanyakan apakah identitas penelpon sudah diverifikasi, yang kemudian dijawab Wanda sudah terverifikasi 2 kali.*(Rikardo)

Loading...

Artikel Terkait