Jakarta, INDONEWS.ID - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen KSDAE KLHK) melalui Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jakarta (BKSDA Jakarta) berupaya mewujudkan aksi nyata penyelamatan satwa liar yang dilindungi melalui persiapan pelaksanaan translokasi.
Satwa-satwa tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat, temuan dan sitaan dari kegiatan penegakan hukum kejahatan terhadap satwa (animal crime), yang terdiri dari Owa ungko (Hylobates agilis) sebanyak 3 (tiga) ekor, Siamang (Symphalangus syndactylus) sebanyak 6 (enam) ekor, Kakatua Tanimbar` (Cacatua goffiniana) sebanyak 4 (empat) ekor.
Ketiga ekor owa ungko dan enam ekor siamang tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat. Owa ungko dan siamang merupakan satwa liar yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan status perlindungan Endangered berdasarkan IUCN Redlist. Owa ungko terdaftar sebagai Appendix II CITES sedangkan siamang terdaftar sebagai Appendix I CITES. Kedua jenis satwa tersebut akan ditranslokasikan ke Yayasan Kalaweit Sumatera Barat untuk dilakukan rehabilitasi agar dapat beradaptasi kembali dengan perilaku alaminya sebelum dilakukan pelepasliaran ke habitat aslinya.
Sedangkan keempat ekor Kakatua Tanimbar tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat. Sebagaimana diketahui Kakatua Tanimbar merupakan satwa liar yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan status perlindungan Near Threatened (IUCN Redlist) dan terdaftar sebagai Appendix I CITES. Translokasi kakatua tanimbar ke Pusat Rehabilitasi Satwa Masihulan Maluku dilakukan untuk merehabilitasi satwa tersebut agar dapat beradaptasi kembali
Selama dalam perawatan di TTS Tegal Alur, satwa dirawat sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).
Saat ini (akhir Juli 2019) tercatat 267 (dua ratus enam puluh tujuh) ekor satwa yang dirawat di TTS Tegal Alur, terdiri dari 4 (empat puluh empat) Mamalia, 117 (seratus tujuh belas) Reptil, dan 106 (seratus enam) Aves. Sementara daya tampung TTS Tegal Alur sebanyak 159 (seratus lima puluh sembilan) ekor satwa terdiri dari berbagai kelas yaitu Mamalia, Reptil, Primata dan Aves. (Lka)