Jakarta, INDONEWS.ID - Di ujung dekade ini, geliat musik dalam dan luar negeri semakin kuat. Sejumlah musisi berhasil meramu musik mereka menjadi suguhan prima sehingga menonjol di tengah persaingan era internet.
Berikut dalah lima daftar album internasional terbaik sepanjang 2019.
Lana Del Rey - Norman Fucking Rockwell!
Album Norman Fucking Rockwell! boleh jadi tak terlalu mendapat banyak sorotan. Namun, album ini merupakan salah satu karya terbaik Lana Del Rey sekaligus dari seluruh rilisan tahun ini.
Del Rey masih berada di jalur pop pada album ini, tapi bila diperhatikan, terasa sedikit sentuhan rock klasik dan psikedelik. Gaya bernyanyi Del Rey tidak berubah, mempertahankan karakternya yang membuat album ini terasa elegan.
Weyes Blood - Titanic Rising
Salah satu album dengan konsep paling matang tahun ini. Mulai dari sampul hingga pemilihan warna di dalamnya berhasil menuntun pendengar memasuki pengalaman mendengarkan musik yang sinematik dan memicu nostalgia.
Pengaruh musik folk/pop era 70-an seperti Carpenters memang sangat kental. Namun, tetap ada sentuhan modern melalui synthesizer di beberapa lagu. Sebuah paket pop yang lengkap.
Slayer - The Repentless Killogy
Slayer merilis album konser live dari panggung terakhir mereka di The Forum, Los Angeles yang diadakan pada 29-30 November lalu. Band yang telah memainkan thrash metal sejak 1980-an itu memutuskan pensiun, meletakkan instrumen dengan gagah di puncak kemenangan.
Dalam album, ambience penonton yang seperti ingin memberikan yang terbaik bagi Slayer sangat terasa. Mereka berteriak dan bernyanyi sepenuh hati, memberi penghormatan kepada sang legenda sejak awal, ketika Slayer memainkan Delusions of Saviour.
Total ada 21 lagu dalam album live ini. Tentu, lagu legendaris Angel of Death tak boleh dilupakan. Rapat, intens, kencang, dengan penonton yang terus bersorak tanpa henti dan vibrasi penuh emosi sejak awal, Slayer telah meninggalkan warisan manis lewat The Repentless Killogy.
GOT7 - Call My Name
Diawali dengan You Calling My Name bernuansa lembut dengan beat-beat ringan di bagian chorus, kemudian beberapa lagu dengan ketukan yang lebih cepat namun tetap terdengar sederhana seperti Pray dan Run Away.
GOT7 memberikan nuansa menyenangkan dalam Now or Never yang menjadi hasil kolaborasi dengan DJ Jonas Blue serta Thursday yang membawa fan seakan kembali ke era Just Right. Album ini dengan ciamik ditutup lewat lagu Crash and Burn yang bernuansa gelap.
Secara keseluruhan, musik dalam mini album yang dirilis GOT7 pada 4 November 2019 ini terdengar lebih sederhana dibandingkan sejumlah mini album sebelumnya.
BTS - MAP OF THE SOUL: PERSONA
BTS mengajak fan atau yang kerap disapa ARMY `berpetualang` lewat Map of the Soul: Persona. Intro: Persona menjadi lagu pembuka sekaligus penanda mini album keenam BTS ini akan lit. Boys with Luv merupakan lagu utama mini album ini yang bernuansa amat menyenangkan baik musik dan video musik.
Nuansa serupa juga terdengar dalam Make It Right yang turut ditulis Ed Sheeran. BTS turut mengajak ARMY nostalgia dengan era Boys in Luv lewat Dionysius. Tak hanya itu, Map of the Soul: Persona menjadi hadiah BTS bagi ARMY karena memiliki lagu HOME di dalamnya.
Usai bersenang-senang, fan diajak sedikit bersantai dengan mendengarkan Mikroskosmos dan Jamais Vu. Sehingga, Map of the Soul: Persona merupakan salah satu bukti BTS terus memecahkan rekor, ekspektasi dan menjadi lebih besar.*(Rikardo).