Nasional

Terus Melonjak! Korban Meninggal Akibat Corona di Italia di Atas 10.000 Orang

Oleh : Rikardo - Minggu, 29/03/2020 12:30 WIB

Suasana Kota Italia Sepi pengunjung. Lockdwon nasional telah diberlakukan (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Italia memperpanjang status lockdown nasional menyusul korban meninggal dunia akobat virus corona yang terus naik.

Hingga Sabtu (28/3/20), sebanyak 10.023 orang yang terkonfirmasi meninggal dunia setelah otoritas melaporkan 889 kematian baru dalam 24 jam sebelumnya.

Angka ini mencatat rekor meninggal virus Corona tertinggi kedua di dunia dalam sehari sejak wabah pecah pada 21 Februari.

Sementara kasus yang dikonfirmasi meningkat sekitar 6.000 menjadi 92.472, jumlah kasus kedua tertinggi di dunia di belakang Amerika Serikat, menurut laporan Reuters, 29 Maret 2020.

Kepala Perlindungan Sipil Italia Angelo Borelli berserta beberapa pejabat Italia lainnya mengatakan jumlah itu akan lebih buruk tanpa lockdown nasional.

"Tanpa langkah-langkah ini, kita akan melihat angka yang jauh lebih buruk dan layanan kesehatan kita akan berada dalam keadaan yang jauh lebih dramatis. Kami akan berada dalam situasi yang tidak berkelanjutan," kata Angelo Borelli.

Italia, negara Barat pertama yang memberlakukan pembatasan ketat pada aktivitas warganya setelah terpapar wabah lima minggu lalu, semakin memperketat isolasi publik dan berharap bahwa pembatasan akan dilonggarkan mulai Jumat depan jika kasus menurun.

"Ada elemen yang membuat kami percaya bahwa semua berakhirnya batas lockdown 3 April harus ditunda," kata Menteri Perindustrian Stefano Patuanelli mengatakan kepada stasiun televisi Italia Rai.

Wilayah Lombardy, yang telah menanggung dampak virus Corona terburuk, mencatat 542 kematian baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 5.944.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi Italia tidak mewakili seluruh populasi yang terinfeksi, kata Dr Massimo Galli, kepala unit penyakit menular di Rumah Sakit Sacco di Milan, dikutip dari CNN.

"Jumlah aslinya adalah jauh lebih banyak," katanya.

Hanya kasus-kasus yang paling parah yang sedang dites, tambah Galli, dan bukan seluruh populasi. Sementara, katanya, hambatan utama bagi petugas kesehatan yang melakukan tes, adalah terbatasnya alat pelindung.

Faktor lain dalam tingkat kematian yang tampaknya tinggi adalah populasi lansia Italia, yang merupakan yang terbesar di dunia di belakang Jepang.

Usia rata-rata pasien Italia yang telah meninggal setelah tes positif untuk virus adalah 78, menurut Institut Kesehatan Italia pada Jumat.

Galli mengatakan bahwa sampai sekarang, sistem perawatan kesehatan umum Italia mampu menjaga banyak lansia dengan kondisi medis yang sudah ada.

"Tetapi pasien-pasien ini berada dalam situasi yang benar-benar rapuh yang dapat diruntuhkan oleh virus seperti virus Corona," kata Galli.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan dirinya telah menyetujui paket bantuan dampak virus Corona baru sebesar 4,7 miliar euro, untuk membantu pihak yang paling terpukul virus Corona, termasuk voucher belanja dan paket makanan.

Conte telah mendesak Uni Eropa untuk meluncurkan obligasi pemulihan untuk membantu mendanai respons terhadap wabah virus Corona. Dia mengatakan kegagalan untuk mengatasi keadaan darurat akan menjadi kesalahan tragis bagi blok Uni Eropa.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia Il Sole 24 Ore pada hari Sabtu, Conte mengatakan instrumen utang umum diperlukan untuk mempelopori rencana pemulihan dan investasi kembali Eropa untuk mendukung ekonomi seluruh wilayah setelah virus Corona.*(Rikardo).

Loading...

Artikel Terkait