Bisnis

Atasi Corona dengan Utang, Rizal Ramli: Jokowi Harus Realokasi Anggaran Secara Radikal

Oleh : very - Kamis, 02/04/2020 20:30 WIB

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Kabinet Kerja, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Jokowi harus mengeluarkan dana sebesar Rp 405,1 triliun sebagai stimulus untuk mengatasi dampak virus Corona (COVID-19).

Dalam rapat Pemerintah yang berlangsung sebelumnya disebutkan bahwa salah satu sumber pendanaan anggaran stimulus itu adalah dari recovery bond atau surat utang yang diterbitkan Pemerintah.

Langkah Pemerintahan Jokowi menambah utang tersebut mendapat kritik dari ekonom senior Rizal Ramli.

Menurut dia, Presiden Jokowi seharusnya bisa melakukan realokasi anggaran secara radikal.

"Yakni menghentikan sementara semua proyek-proyek infrastruktur. Termasuk proyek pembangunan ibu kota baru," kata mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Gus Dur tersebut, pada Selasa (31/3).

Sementara penerbitan recovery bond, kata Rizal, hanya bungkus dari kebijakan menambah utang atau mencetak uang. Hal ini diindikasikan dengan langkah Presiden Jokowi, meneken Perppu pelebaran defisit APBN dari 3 persen menjadi 5,07 persen.

"Tanpa governance dan transparansi yang benar, recovery bond kemungkinan hanya akan jadi skandal keuangan berikutnya," ujar Bang RR, panggilan akrab Rizal Ramli.

Dia mengatakan, penambahan utang atau penerbitan uang rupiah baru, jika dilakukan akan membuat nilai rupiah semakin jatuh.

Rencana penerbitan recovery bond, sebelumnya dikonfirmasi Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono. Dana dari surat utang tersebut, akan disalurkan sebagai kredit murah bagi pelaku usaha yang tidak melakukan PHK karyawan.

"Jadi tidak boleh ada PHK. Kalaupun ada PHK, harus mempertahankan 90 persen karyawan dengan gaji yang tidak boleh berkurang dari sebelumnya, baru kita kasih kredit khusus dari recovery bond tadi,” ujar Susiwijono di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (26/3) seperti dikutip Kumparan.com.

Di luar langkah penambahan utang untuk mendanai stimulus penanganan dampak virus corona, Rizal Ramli memuji keputusan Jokowi untuk menggratiskan tagihan listrik masyarakat miskin. Yakni 24 juta pelanggan PLN kelas 450 VA, dan mendiskon setengah pembayaran listrik pelanggan kelas 900 VA. (Very)

 

 

Loading...

Artikel Terkait