Nasional

Mengaku Heran Terus Diserang Buzzer, Rizal Ramli: Kritikan Itu Vitamin Bagi Pemerintah

Oleh : very - Senin, 06/04/2020 20:45 WIB

Ekonom Senior Rizal Ramli mengaku heran dengan sikap para buzzer yang kerap menjelek-jelekkan pihak-pihak yang memberikan kritikan terhadap pemerintah. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Ekonom Senior Rizal Ramli mengaku heran dengan sikap para buzzer yang kerap menjelek-jelekkan pihak-pihak yang memberikan kritikan terhadap pemerintah.  Padahal, kritikan sangat perlu sebagai stimulus positif bagi kinerja pemerintah.

“Kritikan itu vitamin, perangsang tubuh, dimana tubuh itu ya negara. Selama kritikan itu bersifat membangun dan tidak pada konteks individu saya rasa sangat penting. Jangan jadi pejabat dong kalau gak mau dikritik, artinya gak siap,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (6/4).

Seperti dikutip Indonesiakita.co, mantan Menko Perekonomian ini juga mengatakan bahwa dia sangat senang jika idenya digunakan oleh pihak-pihak tertentu, namun setelah itu sang pemberi ide tersebut malah dikritik habis-habisan oleh para buzzer.

“Saya gak masalah kok, ide saya digunakan, ini kan untuk kepentingan bersama, dan jangan narasinya kemudian orang yang memberikan saran itu lantas dikatakan benci,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Rizal Ramli menyarankan kepada pemerintah agar menggunakan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) untuk penanganan virus corona baru atau Covid-19. Saran ini kemudian digunakan oleh pemerintah.

Namun, ironisnya, para buzzer terus memberikan kritikan terhadap Rizal Ramli terkait sarannya itu. “Tolong bantu ‘fight back’ kawan-kawan sosmed. Seminggu terakhir, 7000-an buzzerRP serang RR dgn kosa kata itu2 aja, kasar dan norak. Belum lagi influenser2 nora minus kecerdasan. Minggu ini akan lebih masif lagi, ada yg perintahkan,” ujar Rizal Ramli.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu mengatakan, bahwa pemerintah dapat merealokasi anggaran sebesar Rp 430 triliun dari pos infrastruktur dan pembangunan ibukota baru. Selain itu juga ada dana SAL dan SILPA senilai Rp 270 triliun untuk membantu pekerja harian dan rakyat miskin.

“Hentikan dulu semua proyek infrastrukur termasuk proyek mercusuar ibukota baru. Mas Jokowi jangan gengsi, nyawa manusia lebih penting dari proyek. Gunakan uangnya untuk pekerja harian dan rakyat,” saran Rizal, melalui akun Twitternya.

Sebagai informasi, SAL adalah akumulasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) atau Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun anggaran sebelumnya dan tahun anggaran berjalan usai ditutup, ditambah atau dikurangi dengan koreksi terhadap pembukuan yang ada. (Very)

Loading...

Artikel Terkait