Daerah

Pelaksanaan PSBB Atasi Pandemi Covid-19 di Jakarta Dinilai Belum Efektif

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 16/04/2020 03:43 WIB

Suasana sekitar jalan Jalan Raya Pasar Minggu yang berhasil dipantau oleh Redaksi Indonews pada tanggal 15 April masih ramai, saat Jakarta telah menerapkan kebijakan PSBB dalam mengatasi Pandemi Covid-19.(Foto:Istimewa)


Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona. Pelaksanaan PSBB dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan

Terhitung sejak dimulainya, kebijakan PSBB sudah masuk hari ke-7. Namun, efektifitasnya belum terlihat memberikan pengaruh luar biasa, terutama menghentikan mobiltas orang di Jakarta.

Pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) mengatasi pendemi Covid19 di Jakarta dinilai belum berjalan maksimal. Penilaian tersebut disampaikan berdasarkan beberapa fakta yang terjadi di beberapa tempat di DKI Jakarta.

Berdasarkan beberapa fakta yang dihimpun oleh Redaksi Indonews pada tanggal 15 April kemarin, sekitar Jalan Raya Pasar Minggu saja masih banyak kantor kantor Perusahaan Besar masih beroperasi seperti biasanya, antara lain kembaga keungan FIF yang bersebelahan dengan BFI.

Di halaman parkir kedua perusahaan tersebut masih dipenuhi puluhan mobil dan puluhan motor. Bahkan di daerah pasar Minggu yang notabene berdekatan dengan Polsek PasarMinggu, masih banyak toko toko yang menjual handphone, keramik, baham bangunan, Sepatu Bata bengkel motor masih beroperasi dan ramai dikunjungi pengunjung.

Untuk diketahui, Kebijakan PSBB dimaksudkan untuk membatasi pergerakan manusia di Jakarta. Tentu, tujuan dari kebijakan tersebut untuk mengurangi penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Diharapkan, pelaksanan PSBB bukan hanya sekedar slogan semata. Diperlukan upaya serius dari Pemda DKI Jakarta, aparat kepolisian dan gugus tugas untuk mengawasi pelaksanaan PSBB di Jakarta agar mengurangi korban yang terifeksi virus corona.

Loading...

Artikel Terkait