Opini

Pemberdayaan Akuaponik Guna Mendukung Ketahanan Pangan Ditengah Pendemi Covid 19

Oleh : luska - Kamis, 18/06/2020 19:12 WIB


Oleh: Letkol Laut (KH/W) Elyah Musarovah,M.Pd.

Jakarta, INDONEWS.ID - Penyebaran wabah Covid 19 telah menimbulkan kekhawatiran akan ketahanan pangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Gangguan ini menyebabkan naiknya harga pangan di Indonesia sehingga masalah ketahanan pangan menjadi sangat krusial. Pangan merupakan basic human need sehingga dalam memandang kebijakan pertanian baik di tingkat nasional, regional dan global perlu ditata ulang.

Dalam upaya untuk mengarusutamakan dimensi pembangunan pertanian, ketahanan pagan dan pengentasan kemiskinan dengan terus mengedepankan isu food security, rural  development dan livelihood security sebagai bagian dari hak negara berkembang dalam rangka melindungi petani kecil dari dampak negatif masuknya produk-produk pertanian murah dan bersubsidi dari negara maju melalui mekanisme special products dan special safguard mechanism.

Disamping itu, untuk meningkatkan ketahanan pangan perlunya dilakukan diversifikasi pangan dengan memperhatikan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal melalui peningkatan teknologi pengolahan dan produk pangan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi aneka ragam pangan dengan gizi seimbang.

PP Ketahanan Pangan juga menggarisbawahi untuk mewujudkan ketahanan pangan dilakukan dalam pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pendidikan dan pelatihan di bidang pangan, penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan dan penyuluhan di bidang pangan.

Di samping itu, kerjasama Internasional juga dilakukan dalam bidang produksi, perdagangan dan distribusi pangan, cadangan pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan serta riset dan teknologi pangan. Pemerintah harus mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan memaknai pentingnya ketahanan pangan dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini disebabkan
pencapaian swasembada belum mantap karena amat riskan digoyang krisis ekonomi seperti badai Covid 19.

Dengan keterbatasan lahan pertanian, termasuk persawahan yang terus mengkhawatirkan dikarena adanya pengalihan tata guna lahan yang dulunya untuk pertanian digunakan untuk permukiman, perdagangan, industri, dan jalan. 

Berkurangnya lahan sudah pasti akan berpengaruh pada aktivitas sektor pertanian dan berkorelasi positif pada defisit kebutuhan tenaga kerja sehingga melahirkan lebih banyak lagi pengangguran hal ini dikarenakan lahan pertanian semakin sempit 
yang memaksa pelaku sektor pertanian akan ditinggalkan.

Dengan banyaknya perubahan bentang lahan disertai kebutuhan akan hunian semakin bertambah tentu saja akan secara langsung berdampak pada ketahanan pangan nasional, karena dengan pertambahan penduduk yang tinggi disadari 
atau tidak, mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan terhadap pangan (growing demand). Climate change juga merupakan aspek penganngu ketahanan pangan karena dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan sehingga kemandirian pangan secara berkelanjutan amatlah penting, dahulu pernah adanya lumbung padi yang 
terintegrasi dari tingkat RT sampai Kabupaten dalam menjamin ketersediaan pangan secara mandiri pada setiap daerah, hal ini tentu saja patut untuk dilanjutkan. 

Ketahanan pangan merupakan basis utama dalam mewujudkan ketahanan ekonomi, ketahanan nasional yang berkelanjutan oleh karena itu dapat dilaksanakan dari satuan terkecil yaitu keluarga. Ketahanan pangan merupakan sinergi dan interaksi 
utama dari subsistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi, dimana dalam mencapai ketahanan pangan dapat dilakukan alternatif pilihan apakah swasembada atau kecukupan. Dalam pencapaian swasembada perlu difokuskan pada terwujudnya ketahanan pangan pengembangan teknologi pangan diharapkan mampu memfasilitasi program pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, serta 
dapat secara efektif mendukung kebijakan strategi ketahanan pangan.

Pengembangan teknologi pangan dapat dilakukan dari hal yang paling sederhana yakni dengan Akuaponik yakni dengan memaksimalkan lahan yang sempit dengan beraneka ragam tanaman dan pengembangan perikanan, hal tersebut tentu saja akan menghasilkan manfaat ganda yakni protein hewani dan nabati.

Sistem Akuaponik ini menggabungkan budidaya pemeliharaan ikan dengan pemeliharaan tanaman. Singkatnya nutrisi yang diperlukan tanaman akan diambil dari dalam air kolam. Kotoran ikan yang telah terurai dijadikan nutrisi untuk tanaman hidroponik yang ada di dekatnya semacam pupuk cair dari bahan organik yang encer. Dengan model akuaponik ini, dua produk diperoleh sekaligus yakni sayuran segar dan daging ikan.

Sistem akuaponik merupakan salah satu jawaban yang tepat dalam budidaya pertanian dimana harga tanah semakin mahal, air semakin langka, konversi lahan besar-besaran, dan isu perubahan iklim akibat pemanasan global. 

Jika dibandingkan dengan budidaya pertanian secara konvensional, sistem akuaponik memiliki beberapa kelebihan Secara sederhana, akuaponik dapat digambarkan sebagai penggabungan antara sistem budidaya akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman/sayuran tanpa media tanah). Sistem ini mengadopsi sistem ekologi pada lingkungan alamiah, dimana terdapat hubungan 
simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman.

Keunggulan sistem budidaya akuaponik diantaranya dapat diterapkan di pekarangan sempit, tidak memerlukan media tanam, pupuk, penyiraman, hemat air, sehat, memiliki nilai estetika tinggi, dan bebas kontaminan.

Jadi, akuaponik sangat prospektif untuk dikembangkan di tempat dimana air dan tanahnya langka serta mahal, seperti di wilayah perkotaan, di daerah kering, padang pasir, serta pulau-pulau kecil. Oleh karena itu perlu peran serta seluruh masyarakat untuk memaksimalkan pekarangan yang sempit dengan akuaponik sehingga ketahanan pangan akan tercapai mulai dari tingkat paling kecil yaitu keluarga.

Sumber:
Acchmad Suryana, 2001. Kebijakan Nasional Pemantapan Ketahanan Pangan. Makalah pada Seminar Nasional Teknologi Pangan, Semarang , 9-10 Oktober 2001PP Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Artikel Lainnya