Daerah

BPKP Jambi Lakukan Exit Meeting Atas Hasil Asessment GCG PTPN VI

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 02/07/2020 12:30 WIB

Ilustrasi BPKP Jambi.(Foto:Twitter)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jambi melakukan pertemuan akhir (Exit Meeting) atas proses penilaian atau Assesment GRC (Governance, Risk, and Compliance) PT. Perkebunan Nusantara VI. Pelaksananan Exit Meeting ini dilaksanakan di ruang rapat PT.PTPN VI, Jumat,(26/06/2020) yang lalu.

Pelaksanaan Exit Meeting kali ini diawali dengan sambutan dari Direktur Utama PTPN VI, H.M. Iswan Achir dilanjutkan oleh Komisaris utama Cheery Pramoedito Sarwono dan pemegang saham PTPN yang diwakilkan oleh Direktur Pemasaran yang dilakukan secara virtual.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen puncak PTPN VI SEVP Production Eka Nugraha, SEVP Business Suport, Muhammad Zulham Ramber, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara BPKP Provinsi Jambi, Husin Gasim dan Tim Bidang Akuntan Negara Perwakilan BPKP Provinsi Jambi.

Direktur utama PT Perkebunan Nusantara VI, H.M. Iswan Achir dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Perwakilan BPKP Provinsi Jambi yang telah membantu PTPN VI dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam rangka meningkatkan governansi dengan baik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Jambi, Rudy M.Harahap menyampaikan, GRC (Governance, Risk, and Compliance) merupakan suatu istilah yang meliputi 3 aspek yang terintegrasi dan sangat berperan penting dalam perkembangan suatu perusahaan.

Berbicara mengenai governance, Rudy mengingatkan kembali bahwa governance bukan hanya diartikan sebagai compliance, tetapi juga sebagai conformance dan performance.

Peranan BPKP dalam meningkatkan GRC mencakup dalam penguatan governansi melalui pengawasan intern, selalu mengembangkan dan menerapkan risk management dalam setiap pelaksanaan audit, penyusunan KPI sebagai tolak ukur pengembangan SDM, dan menerapkan prinsip-prinsip utama GRC guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan.

Dalam pelaksanaan assessment penerapan GCG pada PTPN VI, terdapat beberapa kriteria penilaian yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain komitmen terhadap penerapan GCG secara berkelanjutan, PS dan RUPS, Dekom/ Dewas, pengungkapan informasi dan transparansi, serta aspek lainnya.

Total hasil penilaian GCG pada PT Perkebunan Nusantara VI secara keseluruhan mengalami penurunan di tahun 2019 nilai sebesar 82,029, walaupun dengan predikat masih baik.Jika dibandingkan 2 tahun sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018 berada dalam predikat sangat baik.*

 

Loading...

Artikel Terkait