Nasional

Kena OTT KPK, Total Harta Bupati Kutai Timur Ismunandar Sebesar Rp3.418 Miliar

Oleh : Ronald Tanoso - Jum'at, 03/07/2020 17:59 WIB

Bupati Kutai Timur Kalimantan Timur Ismunandar (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur Ismunandar melalui kegiatan tangkap tangan pada Kamis (2/7/2020) malam. Dalam OTT itu, KPK juga turut mengamankan istri Ismunandar dan seorang Kepala Bappeda, serta empat orang lainnya.

Pria yang akrab disapa Ismu itu memiliki total kekayaan Rp3.148.310.015. Jumlah tersebut terlihat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip dari situs elhkpn.kpk.go.id.

Pada 17 Maret 2020 merupakan terakhir Ismu melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Harta itu didapat Ismu selama 2019 dengan jabatan Bupati Kutai Timur.

Harta tidak bergerak berupa 14 tanah dan bangunan senilai Rp2.934.272.000 yang tersebar di Kutai Timur dan Samarinda, tercatat atas nama Ismunandar.

Ismu tercatat memiliki harta bergerak berupa satu unit mobil Suzuki SB416 tahun 1997 senilai Rp40.000.000. Selain itu, dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp43.000.000, kas dan setara kas senilai Rp131.038.015.

Sebagaimana diketahui, Ismunandar diamankan di salah satu hotel daerah Jakarta bersama istrinya. Saat ini, Ismunandar dan istrinya masih berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya terkait OTT ini.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 3/7/2020) dini hari mengatakan belum bisa merinci mengenai kasus, siapa saja yang ditangkap, dan juga barang bukti yang diamankan dari kegiatan tangkap tangan itu.

"Mengenai kasusnya, siapa saja yang ditangkap, dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan," kata dia.

Ia mengatakan tim KPK masih bekerja di lapangan dan memastikan perkembangan dari kegiatan tangkap tangap tersebut akan disampaikan kembali.

"Tim masih bekerja dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua," kata Ali. (rnl)

Loading...

Artikel Terkait