Bisnis

Jakarta PSBB Lagi, Menko Airlangga: Sebabkan Ketidakpastian Indeks Harga Saham

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 10/09/2020 13:30 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ( Foto: Kompas.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kembali diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau amblas pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini.

Diketahui, IHSG merosot ke level psikologis 4.000. Pada awal perdagangan Kamis (10/9), IHSG terjun 154,7 poin atau 2,99 persen ke posisi 4.988,33. Sementara indeks saham LQ45 juga melemah 5 persen ke posisi 863,12.

"Berdasarkan indeks, sampai dengan kemarin karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian akibat daripada announcement Gubernur DKI tadi malam. Sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000," kata Airlangga dalam Rakornas KADIN Indonesia, Kamis (10/9).

Untuk itu, pemerintah diharuskan menjaga kepercayaan investor dengan diberlakukannya lagi PSBB Jakarta. "Kita juga harus melihat bahwa gas dan rem ini, kalau digas atau direm mendadak itu, tentu kita harus menjaga kepercayaan dan confident daripada publik. Karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tetapi juga ada faktor sentimen. Terutama untuk di sektor capital market," imbuhnya.

Menilik pada krisis sebelumnya, Airlangga melihat perbandingan serta kondisi kontraksi dengan krisis saat ini. Di mana pada krisis 1998, perekonomian terkontraksi hingga 5 kuartal.

Selain Asia, ekonomi negara lain saat itu masih baik. Sehingga mampu menarik Indonesia keluar dari krisis. Meski dijelaskan Airlangga, bahwa krisis saat itu memang berlangsung cukup panjang.

"Kemudian kalau kita lihat kedalaman dari segi harga saham itu dari indeks 700-an baru kembali itu dalam waktu 7-8 tahun. Kemudian untuk krisis global di tahun 2008 itu butuh 2 tahun untuk kembali pada indeks semula di sekitar 2.800," tandasnya.*(Rikard Djegadut)

Loading...

Artikel Terkait