Pojok Istana

Jokowi: Peran Desa hingga Kampung Penting untuk Kurangi Kasus Covid-19

Oleh : Marsi Edon - Senin, 14/09/2020 14:01 WIB

Presiden Joko Widodo.(Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah di Indonesia lebih fokus dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Hal ini penting sebagai upaya untuk menekan peningkatan kasus positif Covid-19 setiap wilayah masing-masing.

Menurutnya, Pemda perlu melakukan upaya pembatasan skala lokal dengan melibatkan desa, RT, RW hingga kampung dalam upaya menekan laju penyebaran virus corona di masyarakat. Kebijakan tersebut tentu dilakukan berdasarkan data aktual tentang perkembangan kasus yang terjadi.

"Keputusan-keputusan dalam respons penambahan kasus di provinsi, kabupaten, dan kota, saya minta melihat data sebaran. Kemudian yang sudah berkali-kali saya sampaikan, terapkan strategi intervensi berbasis lokal, strategi pembatasan berskala lokal, baik tingkat RT, RW, desa, kampung, sehingga penanganan lebih detail dan bisa lebih fokus," kata Jokowi dalam rapat terbatas tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin,(14/09/2020)

Pada kesempatan tersebut, ia menekankan, perlu sebuah manajemen yang baik dalam penanganan wabah corona serta dampak yang ditimbulkan. Pemda perlu mempelajari dengan cermat data-data yang ada sehingga tidak terlalu terburu-buru melakukan penutupan satu provinsi atau kabupaten.

Presiden menegaskan, pemerintah saat terus melakukan berbagai upaya menangani wabah virus corona di Indonesia. Kerja-kerja pemerintah perlu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat maupun pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, sebaran kasus Covid-19 seluruh wilayah sangat beragam. Ada daerah yang masih berstatus kuning dan ada juga daerah yang masih status merah.

Karena itu, respon kebijakan terhadap kondisi tersebut pasti sangat bervariasi. Perlu ada komunikasi dan koordinasi yang baik lintas pemda maupun dengan pemerintah pusat sehingga penanganan lebih efektif.

"Karena dalam sebuah provinsi misalnya ada 20 kabupaten/kota, tidak semua dalam posisi merah, sehingga penanganan jangan digeneralisir, di sebuah kota atau kabupaten sama, tidak semua kelurahan, kecamatan mengalami merah semua. ada yang hijau, kuning. Itu perlu treatment yang berbeda-beda," tutupnya.*

 

 

 

 

 

Loading...

Artikel Terkait