Nasional

Ulama Harus Berpikiran Nasional dan Paham Kondisi Sosial Masyarakat

Oleh : very - Jum'at, 18/09/2020 21:02 WIB

BaharuddinKetua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH. Dr. Baharuddin Husin, MA. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Seorang Dai atau ulama yang berpikiran nasional biasanya akan tahu tentang kondisi di masyarakatnya, apa yang sedang dialami. Oleh karenanya, bila ada pihak yang membuat wacana baru tentang dasar negara baik itu ulama ataupun tokoh manapun dipastikan mereka itu tidak memiliki dasar yang kuat terhadap wawasan kebangsaan Indonesia. Karena itulah paham mereka yang kontra terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa ini sebetulnya masih bersifat terbatas.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH. Dr. Baharuddin Husin, MA, mengatakan bahwa sesungguhnya perlu untuk mencari pihak mana sebetulnya yang terlibat dengan hal tersebut, kemudian setelah itu perlu dilakukan pendekatan dan diajak berbicara, agar tahu apa motivasi mereka sebetulnya.

”Ketika kita paham misalnya mereka itu pemahaman wawasan kebangsaan termasuk tentang ideologi bangsa ini belum komprehensif. Tentunya hal ini barangkali menjadi tantangan dan peluang bagi kita. Karena saya rasa semua dai atau ulama secara umum itu sama yaitu ingin menyelamatkan umatnya masing-masing agar menjadi orang yang baik dan taat kepada penciptanya,” ujar KH. Dr. Baharuddin Husin, MA, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Karena menurut Kyai Baharuddin, sebetulnya yang ditakuti para ulama adalah melanggar peraturan-peraturan Allah dan rasul-Nya. Sementara Allah dan rasul-Nya itu sangat menganjurkan kepada setiap hamba-Nya untuk selalu taat pada sang penciptanya dan cinta pada tanah airnya sebagai bentuk rasa syukur dan sebagainya.

”Ketika ada hal-hal yang kurang bagus itu barangkali ada faktor-faktor yang perlu kita gali, kenapa terjadi seperti itu. Insya Allah para ulama atau dai ini sudah siap menyampaikan pesan-pesan agama dengan tulus dan baik. Kalau perlu panggil teman-teman sesama  ulama-ulama saling kerjasama hingga di daerah-daerah untuk menyampaikan hal ini,” tuturnya.

Dirinya meyakini bahwa masing-masing organisasi massa (ormas) keagamaan tentunya punya kiat-kiat tersendiri dalam berdakwah. Namun demikian menurutnya tentu saja mereka tetap menyatu kepada kesepakatan bersama bangsa ini yaitu Pancasila dan kebhinekaan yang dimiliki bangsa ini. Dan juga sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

”Karena itu ikhtiar dan upaya itu harus terus dilakukan. Nah saya rasa langkah yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggabungkan semua ormas lintas keagamaan menjadi satu dalam gugus tugas adalah terobosan yang sangat luar biasa bagus. Kalau ini dikembangkan terus, persoalan-persoalan yang dibahas diawal tadi Insya Allah bisa cepat teratasi,” terangnya.

Sehingga dengan adanya gugus tugas tersebut ia menyampaikan bahwa menyelesaikan persoalan di masyarakat, baik itu masalah ekonomi, akidah, keagamaan dan pemahaman yang ada itu perlu diselesaikan dengan cara bersinergi satu sama lain. Inisiatif yang dilakukan BNPT ini menurutnya sudah sangat tepat.

”Sehingga diharapkan nanti setiap ormas akan tahu kondisi warganya masing-masing. Nah ini akan mudah kita mendapatkan solusinya, katakanlah pimpinan ormas langsung ke komunitas dia, maka bisa langsung nyambung. Itu barangkali yang kita beri apresiasi yang tinggi kepada BNPT. Mudah-mudahan ini bisa jalan terus kedepannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Baharuddin mengungkapkan bahwa yang juga perlu dilakukan para dai atau ulama dalam melakukan dakwahnya dan juga pemerintah adalah untuk selalu terus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga seluruh umat bisa bersama-sama memajukan bangsa ini sesuai dengan peluang dan potensinya masing-masing.

”Jadi tinggal sosialisasinya kita punya level-level siapa saja yang tidak paham tentang wawasan kebangsaan ini, apakah karena tingkat pendidikannya, tingkat ekonominya atau karena literasinya. Jadi mungkin BNPT juga perlu di tiap daerah ada sarana media bersama ormas-ormas keagamaan yang ada untuk percepatan pemahaman ini sehingga tidak terjadi lagi macam-macam pemikiran yang bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara itu,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Kyai Baharuddin menyampaikan bahwa jika masyarakat bangsa ini tidak bersatu tentunya akan sulit membangun negeri ini kedepannya. Dan menurutnya bisa saja hal inilah yang diharapkan oleh pihak luar untuk menghancurkan bangsa ini tanpa disadari bersama oleh masyarakat bangsa ini.

”Karena bagaiamanapun negeri kita memiliki potensi yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, masyarakat kita, bangsa kita, pimpinan kita harus bersama-sama bersatu untuk kembali berpikir bagaimana percepatan negeri ini maju kedepan dalam berbagai hal,” ujarnya mengakhiri. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait