Opini

Peranan Terapi Uap Usada Barak dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali

Oleh : Marsi Edon - Selasa, 03/11/2020 22:19 WIB

Proses terapi uap usada barak dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Bali.(Foto:Istimewa)

Oleh : I Made Agus Gelgel Wirasuta*)

INDONEWS.ID - Usada Barak adalah ramuan tradisional Bali berasaldari kearifan masyarakat Bali dan tercatat dalam Lontar Usada Cukil Daki. Inovasi Produk mengantarkan Produk Usada Barak sebagai Obat Tradisional dengan ijin edar POM TR 203682391.

Usada Barak telah terbukti mambantu meningkatkan level kesembuhan penanganan Covid di Bali dari 51% pada bulan Juni 2020 menjadi 89,72% pada minggu ke tiga bulan Oktober 2020. Usada Barak memiliki khasiat melegakan pernafasan, meningkatkan asupan oksigen dan membantu meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga mempercepat penyembuhan penderita covid.

Terapi uap Usada Barak dalam 2 hari mampu memberikan tingkat kesembuhan 67% dan menjadi 95% setelah terapi selama 8 hari. Hampir semua pasien yang diteriapi uap Usada Barak sembuh, dan hanya 1% yang dirujuk ke RS karena Faktor penyerta lainnya.

Laporan pemanfaatan Usada Barak sebagai pencegahan berkisar 75% dan 25% lainnya digunakan untuk pengobatan. Dilaporkan terdapat korelasi positive antara peningkatan jumlah penggunaan Usada Barak dengan laju penurunan jumlah kasus Covid19 di Bali.

Memanfaatkan Kearifan Lokal dalam Penangangan Covid di Bali

Sejak awal pemerintah provinsi Bali telah melibatkan berbagai potensi kearifan lokal dalam penanganan Covid di Bali, seperti melibatkan Desa Adat dalam gugus tugas pencegahan peredaran infeksi Covid.

Bali tidak hanya memiliki desa adat, tetapi jua pengobatan yang bersumber pada lontar Usada. Usada adalah metode pengobatan masyarakat Bali yang tercatat dalam daun Lontar dan secara turun temurun digunakan oleh masyarakatnya.

Lontar Usada pertama kali ditulis oleh Pendeta Mpu Kuturan. Tulisan Beliau tersebut adalah Lontar Usada Taru Pramana. Usada ini menuliskan sumber tanaman obat dan perannya. Lontar Usada Taru Pramana seperti Materia Medika yang dikenal oleh kalangan Farmasis.

Namun berbeda dalam lontar ini adalah, diceritakan tanaman menjelaskan fungsi dari masing-masing bagiannya. Mpu Kuturan menuliskan kode etik pengusada dalam Lontar Usada Budha kecapi. Diperkirakan Beliau menulis manuskrip lontar pada abar ke 5 Masehi. Belum banyak kajian tepatnya waktu penulisannya.

Usada Lontar Cukil daki, adalah manuskrip yang menuliskan berbagai penyakit infeksi dan pengobatanya. Sampai saat ini belum diketahi penulisa lontar ini. Usada cukil daki, banyak melaporkan manfaat arak dalam pengobatan, seperti sebagai pelarut dalam ramuan maupun dihirupkan untuk pengobatan virus seperti influenza.

Gubernur Bali sangat memahami potensi ini dan meminta kelompok ahli pembangunan mengkaji manfaat dari usada cukil daki dalam penanganan Covid di Bali. Tim peneliti beliau bentuk di akhir bulan Juni 2020, yang diketuai oleh apt. Dr.rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.

Ketua tim juga sebagai kelompok ahli pembangunan PemProv Bali dan jua sebagai dosen Farmasi FMIPA Universitas Udayana. Tugas yang diberikan oleh Gubernur adalah mengkaji potensi semua ramuan dan menerapkan pada penanganan Covid di Bali.

Berbekal keahlian farmasi bahan alam dan toksikologi forensik ketua tim mencari potensi tanaman lokal Bali yang sudah tertuang dalam lontar Usada untuk membuat ramuan pemanfaatan Arak sebagai bahan dasar pengobatan.

Hasil kajian dan penelusuran mendapatkan potensi beberapa bahan seperti arak, ekstrak daun lemo atau jeruk purut dan minyak daun kayu putih. Semua bahan ini telah dimanfaatkan dalam lontar tersebut, dan jua ditemukan di dalam lontar usada lainnya.

Pemanfaatan Uap alkohol dalam penanganan covid19 telah banyak dilaporkan. Minuman Beralkohol dengan kadar 15-40% AVB, seoerti wine sampai Vodka, banyak dilaporkan digunakan dalam terapi uap sebagai penanganan Covid. Banyak jua bahaya yang dilaporkan dalam pemanfaatan uap alkohol, seperti kasus kebakaran pada wajah.

Faktor resiko bahaya tentunya menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan kearifa lokal Bali, khususnya arak dalam penanganan Covid di Bali. Tim Peneliti memformulasikan potensi tersebut dengan nama Formula F2C Tetabuhan C19.

Atas Ijin dan arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Formula tersebut diijinkan digunakan oleh pasien OTG diseluruh karantina PemProv Bali. Berlandaskan Perarturan Gubernur Bali no 55 th 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali, dan selaras dengan peraturan pemerintah lainnya, sehingga pemanfaatan ramuan tradisional sebagao obat tradisional empiris (Jamu) dapat diterapkan. Penerapan ini dimulai sejak tanggal 1 Juli 2020 hingga sekarang.

Kandungan Utama Ramuan Usada Barak

Formula F2C Tetabuhan C-19 merupakan komposisi akhir produk usada barak, meliputi ekstrak daun jeruk dalam arak, dan minyak kayu putih (olium Eucalyptus globulus). Arak bersal dari destilasi hasil fermentasi tuak.

Tuak yang difermentasi menggunakan ragi lokal, umumnya mengasilkan sejumlah kecil metanol. Alat destilasi masyarakat umumnya tidak dapat memisah metanol yang dihasilkan dan selalu terkandung di dalam arak. Menghilangkan metanol adalah sebagai jaminan keamanan Usada barak.

Oleh tim peneliti dikembangkan alat destilasi khusus, untuk menghilangkan metanol dari arak dan sekaligus mengekstrak kandungan aktif daun jeruk purut atau lemo. Formula ini telah didaftarkan untuk mendapatkan Paten Sederhana, dengan Nomer pendaftaran No HKI.3-KI.05.01-S00202005710 di DJKI KemenKumHam dan telah didafarkan ijin edarnya ke BPOM sebagai Produk Jamu dengan ijin edar POM TR 203682391

Overview Produk Usada Barak

Usada Barak mengandung ekstrak Citrus Hystric folium 33% dalam arak terdestilasi, 3% olium Eucalyptus ditambah air hingga 100%. Usada Barak dengan nomor izin edar POM TR-23682391 merupakan obat tradisional Jamu yang telah Lolos evaluasi keamanan dan khasiat oleh BPOM dengan klaim khasiat membantu melegakan pernafasan dan hidung tersumbat yang menyertai saluran pernafasan.

Produk Usada Barak dengan tiga nilai dasar diantaranya berbasis kearifan lokal, sebagai inovasi produk herbal dan dapat dibuktikan secara empiris memiliki manfaat kunci memperkuat daya tahun tubuh, meningkatkan saturasi oksigen dan melegakan pernafasan.

Dalam upaya untuk mempertahankan khasiat dan efektivitas obat, Usada Barak diproduksi dengan mempergunakan mesin dan fasilitas bangunan pabrik yang telah memenuhi standar produksi obat herbal oleh Kementrian Kesehatan, sistem yang telah terautomasi serta tak kalah penting yaitu petugas produksi yang selalu mengedepankan protokol kebersihan dan kesehatan.

Pemanfaatan terapi uap Usada Barak

Pelayanan Kesehatan Tradisonal Bali Empiris menggunakan ramuan Usada Barak terhadap pasien OTG. Terapi uap Usada Barak diberikan tiga kali sehari. Sebelum pasien melakukan terapi, pasien dipandu melakukan doa, kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan keyakinan pasien.

Doa bertujuan memohon kesembuhan kepada Sang Esa. Sesuai dengan misi pembangunan Pemprov Bali, yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” membangun kesucian Bali Sekala – Niskala. Pasien yang beragama Hindu diajak untuk memohon kesembuhan kepada Betara Kawitan, Leluhur dan pada akhirnya mengajakan Kande Pat, sedulur papat untuk hadir dan membantu dalam mewujudkan kesembuhan.

Selama melakukan terapi Uap Usada Barak, pasien dipandu melakukan Yoga pernafasan Pranayama, yaitu: Tarik nafas dalam (mengucapkan mantra Om Ang Namah), Tahan Nafas (mengucapkan mantra Om Om Namah), dan hembuskan sedalam-dalamnya (mengucapkan mantra Om Mang Namah).

Pada penerapan minggu pertama sejak awal bulan juli dilakukan survey pada 176 pasien OTG Covid19 untuk mendapat efek ramuan Usada Barak. Hanya 5 % dari mereka menyatakan tidak merasakan efek, namun 95% memberikan efek melegakan pernafasan, mengilangkan sesak nafas, dan menghilagkan hidung tersubat.

Berdasarkan uji empiris ini disimpulkan Usada Barak memiliki efek melegakan pernapasan, dan membantu meningkatkan asupan oksigen ke dalam tubuh. Efek tersebut jua dilaporkan dalam Lontar Usada Cukil Daki. Efek ramuan usada barak ini sangat bermanfaat bagi penderita Covid 19.
Dilaporkan masalah utama bagi penderita adalah hambatan pernafasan, yang dapat berakibat fatal bagi penderita hingga kehilangan nyawa. Peningkatan asupan oksigen sangat membantu penderita dalam meningkatkan sistem imunnya.

Peningkatan kekebalan tubuh melalui peningkatan suplay oksigen ke sistem peredaran darah akan membantu kinerja sistem umun dalam membetuk kekabalan tubuh melawan Virus Covid yang telah menginfeksinya.

Melegakan pernapasan membantu pasen mudah tidur sehingga pasien selama di karantina dapat tidur, dan beristirahat cukup untuk pemuliham. Yoga Pranayama-Kandapat seiring dengan laporan Gopal dkk 2011, pada tulisannya yang berjudul “Effect of integrated yoga practices on immune responses in examination stress – A preliminary study”, yang diterbitkan dalam journal International Journal Yoga, vol 4(1), menyimpulkan yoga pernapasan mengakibatkan perubahan secara otomatis dalam peningkatan sistem imum selullar dan membantu menghilangkan stress.

Terapi Uap usada Barak dikombinasi dengan Yoga pranayama, dapat disimpulkan dapan meningkatkan asupan oksigen menuju selular, secara otomatis memperbaiki sistem immune selular dan jua neuro immune yang berujung memberikan harapan kesembuhan dan menghilangkan kecemasan maupun stress.

Keberhasila terapi Usada Barak digambarkan dalam grafik keberhasilan terapi, dari 1723 pasien yang diterapi sejak tanggal 1 hingga 31 Juli 2020, tercatat 92,5% dinyatakan sembuh, menggunakan uji Swab-PCR, protokol standar WHO. Hanya 1% pasien karantina yang dirujuk ke Rumah Sakit Pelayanan Covid PemProv Bali. Mereka dirujuk karena dilaporkan memiliki penyakit lain sebagai penyerta. Sisanya sekitar 6,6% masih dalam perawatan.

Grafik keberhasilan terapi menggambarkan efektivitas pemanfaatan Usada Barak dalam penanganan terapi di Bali. Rahasia sukses pemanfaatan kearifan lokal Usada Barak digambarkan dari kecepatan penyembuhan pasien Covid 19.

Gambar grafik kecepatan penyembuhan Usada Barak menjelaskan membantu laju kesembuhan pasen. Pasien yang memanfaatkan terapi Usada Barak selama 2 hari memberikan tingkat kesembuhan sebanyak 67%, terapi selama 8 hari sekitar 95% pasien dinyatakan sembuh.

Hal yang berbeda diperoleh pada kelompok pasien yang tidak mendapatkan terapi Usada Barak.Tingkat kesembuhan pada hari ke 2 hanya 3%, dan sampai hari ke 8 pada 54%. Pemberian asupan makanan dan vitamin yang sama pada kedua kelompok memberikan peningkatan kekebalan tubuh seperti yang dilaporkan pada publikasi ilmiah lainnya.

WHO melaporkan sistem imun pasien akan terbentuk setelah 7-14 hari terinfeksi oleh Covid19. Hal tersebut tergambarkan pada tingkat kesembuhan 54%. Hal yang sangat luar biasa ditunjukkan oleh Usada Barak. Dimana terapi 2 hari telah memberikan tingkat kesembuhan 68% dan 95% pada hari ke 8.

Hal ini membuktikan peningkatan asupan oksigen dapat memicu perbaikan sistem kekabalan tubuh pasien. Asupan oksigen maksimal sudah banyak dilaporkan dapat bersifat sebagai imun boster. Rahasia lain yang belum terungkap perlu lakukan pentelitian secara seksama terhadap efek farmakologi oleh Usada Barak. Manfaat lain yang dapat diambil dari khasiat Usada Barak adalah pemanfaatannya sebagai pencegahan infeksi Covid19.

Korelasi Jumlah Kasus Covid 19 dengan penjualan Usada Barak di Bali. Dilansir dari laman resmi info.corona Dinas Kesehatan Provinsi Bali, selama bulan oktober 2020 akumulasi jumlah penambahan kasus per minggu mengalami trend penurunan dengan penambahan kasus baru setiap harinya di kisaran 50-60 kasus baru, dengan tingkat kesembuhan yang di atas rata-rata nasional yaitu 89.72%.

Sementara sampai minggu ke-4 bulan oktober total produk usada barak yang telah terdistibusikan di seluruh kabupaten di Bali yaitu sebanyak 8960 botol obat dengan setiap minggu akumulasi produk yang tersebar semakin meningkat volume distribusi.

Dengan semakin masifnya pendistribusian produk Usada Barak diharapkan berkontribusi positif pada terjadinya trend penurunan jumlah kasus baru COVID-19 di provinsi Bali. Secara grafik dapat diperkirakan peningkatan jumlah pendistribusian Usada Barak di Masyarakat diikuti dengan penurunan kasus positiv terkonfirmasi infeksi Covid19.

Lebih lanjut, dari survei yang telah dilakukan diketahui mayoritas dari konsumen Usada Barak mempergunakan Usada Barak sebagai tindakan pencegahan (preventif) sementara sekitar seperempat dari total konsumen menempatkan Usada Barak sebagai terapi suportif pengobatan Covid-19.*

*)Penulis adalah Tim Ahli Pembangunan Pemprov Bali.

 

 

Loading...

Artikel Terkait