Bisnis

Rizal Ramli: Covid Terus Meningkat, Pemerintah Malah Genjot Infrastruktur Sebesar Rp417

Oleh : very - Jum'at, 05/02/2021 17:12 WIB

Ekonom Senior, Dr. Rizal Ramli. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Pemerintah menganggarkan Rp417 Triliun dalam APBN 2021 untuk pembangunan infrastruktur.

Tujuannya adalah untuk penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas.

Termasuk di antaranya pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan layanan dasar seperti air serta sanitasi pemukiman.

Seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kemenkeu.go.id, pemerintah berencana membangun total 956,4 km jalan, 10 unit bandara, 53 unit bendungan.

Selain itu, 10.706 unit rumah susun dan rumah khusus, 120.776 SR jaringan gas bumi untuk rumah tangga, dan lain-lain.

Menanggapi hal tersebut, ekonomi senior Rizal Ramli mengatakan bahwa pembangunan insfrastruktur bukanlah prioritas permasalahan saat ini.

Mantan Menko Perekonomian itu menyatakan bahwa yang harus dilakukan pemerintah saat ini yaitu pemberantasan pandemi Covid-19 yang masih mengalami lonjakan kasus.

Karena itu, kata mantan Menko Kemaritiman itu menyatakan aneh bila pemerintah malah memotong insentif untuk para tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.

"Covid terus meningkat, masih aja genjot infrastruktur 414 T (revisi menjadi Rp417 Triliun berdasarkan data Kemenkeu RI), tapi insentif tenaga kesehatan dipotong 50%. Ngerti ndak sih prioritas hentikan covid ? Memang `mark-up` (bancakan) proyek infrastruktur 10-20% dari nilai proyek, makanya napsu amat @bpkri," tulis Rizal dalam akun Twitternya, @RamliRizal yang diunggah pada Kamis, 4 Februari 2021.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan akan memotong insentif kepada tenaga kesehatan. Namun berita tersebut kemudian diralat. Tenaga kesehatan (Nakes) tetap akan menerima insentif dengan jumlah yang sama seperti tahun 2020 lalu. (Very)

Loading...

Artikel Terkait