Bisnis

Rocky Bilang Jokowi Menyerah, Rizal Ramli: Pemerintah Tidak Miliki Strategi Besar Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh : very - Minggu, 21/02/2021 18:53 WIB

Pengamat Politik, Rocky Gerung. (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, INDONEWS.ID --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta dunia usaha lebih memperluas lapangan kerja, sehingga akan mempercepat proses pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut dalam Perayaan Imlek Nasional Tahun 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, Sabtu (20/2). Presiden menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, seperti dengan program padat karya di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.

Namun, perluasan lapangan kerja yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan kontribusi dunia usaha.

"Perluasan kesempatan kerja yang berkelanjutan adalah dari para pelaku usaha, dari dunia usaha, kuncinya di situ, bukan pemerintah. Kalau yang melakukan dari dunia usaha akan berkelanjutan, ini yang dibutuhkan masyarakat," ujar Presiden.

Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut, pengamat politik Rocky Gerung mengatakan tugas pemerintah adalah menjamin pekerjaan bagi rakyatnya. Pasalnya, negara kita merupakan welfare state dan bukan negara liberal, yang pekerjaan rakyatnya hanya berdasarkan mekanisme pasar. Karena itu, kata Rocky, pemikiran Presiden Jokowi tersebut telah melaggar konstitusi negara.

“Karena itu, pemikiran Presiden Jokowi harus dikoreksi karena telah melanggar konstitusi negara kita. Karena tugas negara adalah menyediakan lapangan kerja, dan bukan menjadi tugas pengusaha,” ujarnya dalam dialog dengan Hersubeno Arif dalam Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah pada Minggu (21/2).

Sebelumnya, kata Rocky, Presiden Jokowi juga telah menyetujui pemberian DP Nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor. Padahal kebijakan itu hanya memicu konsumsi ditengah melemahnya daya beli masyarakat.

“Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi telah dikudeta oleh para pengusaha,” ujarnya.

Karena itu, pernyataan Presiden Jokowi yang meminta pengusaha untuk memperluas lapangan kerja, kata Rocky, menunjukkan bahwa dia telah menyerah karena tidak mampu menciptakan lapangan kerja.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi tersebut menunjukkan bahwa dia tidak memiliki strategi besar untuk menciptakan lapangan kerja.

"Wah .. Tidak memiliki strategi besar utk ciptakan lapangan kerja. Terbukti dari ICOR yang sangat tinggi, Ratio %Labor/%GDP yg semakin rendah, ekonomi merosot sebelum Covid + stlh Covid,” ujar mantan Menko Perekonomian itu.

Sebelumnya, seperti dikutip Antara, Presiden Jokowi mengatakan, untuk memperbaiki iklim kegiatan ekonomi dalam masa pandemi ini, pemerintah terus mengeluarkan kebijakan untuk memulihkan ekonomi.

Tujuannya, agar kegiatan produksi dapat berjalan baik skala mikro, kecil, menengah, maupun besar. Dengan begitu, pendapatan masyarakat akan meningkat.

Pemerintah juga memprioritaskan pengeluaran anggaran negara untuk membeli produk-produk dalam negeri.

Untuk memulihkan ekosistem ekonomi terutama di sektor manufaktur, pemerintah rela memangkas penerimaan pajak dengan pembebasan dan pengurangan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil hingga akhir tahun.

"Selain itu, diberikan juga kemarin, uang muka (DP) rumah nol persen. Saya kira cara-cara ini yang nanti akan bisa membangkitkan permintaan, konsumsi, daya beli masyarakat," ujar Presiden. (Very)

Loading...

Artikel Terkait