Opini

Dialog Imaginer Soal Prediksi Koalisi: Front Banteng vs Kloter Garuda

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 24/02/2021 14:59 WIB


Dialog Imaginer Soal Prediksi Koalisi: Front Banteng vs Kloter Garuda dengan Presiden Pertama RI Soekarno

Oleh Christianto Wibisono, penulis buku Kencan Dinasti Menteng (KDM)

Opini, INDONEWS.ID - Hari ini, (18 Februari 2021), saya mempergunakan metode Wawancara Imajiner dengan Bung Karno membedah buku KDM dengan follow up substansi sejarah geopolitik dan perspektif masa depan RI

BK: Bung Christ, semua orang sudah capek membaca sejarah masa lalu. Apa resep konkret kamu dalam buku KDM yang orisinal dan yang penting realistis bisa terlaksana. Dan bukan wishful thinking ide muluk angin surga. Utopia dan angan-angan wartawan frustrasi.

CW: Terima kasih atas kritik yang pas dengan kejenuhan masyarakat yang mendambakan efektivitas negara dan pemerintah dalam mengelola Indonesia menghadapi tantangan 25 tahun ke depan apakah dalam satu generasi Indonesia bisa menjadi nation state ke-4 sedunia dalam kualitas bukan hanya kuantitas. Justru kita semua memerlukan grand design bapak sebagai arsitek system politik Indonesia.

BK: Saya baca arsip pilpres detik Senin 7 April 2014 berjudul Prediksi Koalisi: Front Banteng vs Kloter Garuda yang memuat usulan trobosan kamu menuju sistem dwipartai menjelang pilpres 2014.

Capres Jokowi memimpin Front Banteng Nasional dengan koalisi partai nomor urut 1-7-8-4-5-2-15 (NasDem, PD, PAN, PDIP, Golkar, PKB, dan PKPI) yang bisa menjamin integrasi pileg dan pilpres 2 kali saja. Front ini gampang diingat yaitu hari proklamasi dan angka 2 sebagai front koalisi pendukung Jokowi.

Capres Prabowo memimpin Kelompok Terbang (Kloter) Garuda yaitu partai no 3-6-9-10-14 (PKS, Gerindra, PPP, Hanura, dan PBB) Resep itu tidak serta merta terjadi pada 2014. Baru pada pilpres 2019 terjadi koalisi Jokowi Prabowo yang menakjubkan dan menjadi model dunia.

Bahkan pilpres AS yang membelah AS jadi dua kubu lebih gawat dari Indonesia, dianjurkan mengikuti model koalisi Jokowi Prabowo. Jadi kalau mau Indonesia hebat no 4 sedunia tahun 2045 ya efisienkan system presidensial dengana sistim dwipartai. Kalau masih genit ya fusi dulu meniru Soeharto bikin 2 partai dan 1 Golkar.

CW: Wah resep bapak kok malah menjiplak Orba Soeharto tidak ada yang orisinal trobosan untuk 2024?

BK: Begini. Trobosan itu out of the box asal jangan out of your mind. Saya usulkan Jokowi memimpin Front Banteng PDIP mencalonkan Presiden ke-8 yang diharapkan bisa mengorbitkan figure berbobot untuk dua periode 2024-2034. Prabowo bisa “mewariskan” Kloter Garuda Gerindra untuk mengorbitkan kontestan mengimbangi capres 8 dari Front Banteng PDIP group.

CW: Pak kita ini bicara pada level factual bukan imajiner, dari sekian banyak nama yang disebut oleh pelbagai survey sudah muncul 15 nama, menurut bapak siapa yang bisa diandalkan dan diperlukan memimpin Indonesia menghadapi geopolitik era Covid dan recovery ekonomi global.

BK: Nah saya sekarang betul betul capek mengulangi ratusan halaman buku KDM. Kalau membaca buku KDM saja terutama generasi milenial tidak suka, tidak hobby. Sedang elitenya merasa sudah mafhum sejarah kebijakan ekonomi politik yang bermuara pada kegagalan dan lengsernya dua presiden 1966 1998 ya saya merasa sudah jenuh kita berimajinasi.

Mulai sekarang, kita biarkan buku itu dibaca dan dibedah orang. Kalau memang diabaikan ya sudah. Kita sudah berusaha mengungkapkan blunder masa lalu agar tidak terulang. Hadiah Nobel melayang lepas dari tangan RI.

Dua presiden satu rezim kiri gagal ekonominya dan harus menggunting uang, menurunkan nilai uang dan sanering yang membuat saya lengser. Soeharto rezim kanan juga gagal meski sudah 5 kali devaluasi dalam waktu 13 tahun (1970-1983) lengser karena rupiah ambruk ke Rp 17.000 per 1 US$ pada 1998.

CW: Ya pak itu orang tehnokrat sudah hafal luar kepala. Sekarang bagaimana kita bisa yakin bahwa Indonesia bisa jadi no 4 sedunia dengan system politik deficit efektivitas dan ICOR tertinggi di ASEAN 6,7 dibanding ASEAN 3,2.

BK: Ya itu kan sudah kita bahas dan promosikan bahwa gebrakan Omnibus Law itu adalah untuk meningkatkan kapabilitas Indonesia dalam persaingan ekonomi politik global.

Kita juga sudah bosan mengungkap bagaimana agar kita menciptakan iklim kondusif bagi arus investasi karena dana ACU US$ 1,4 trillyun di pusat keuangan global Singapore tidak akan tertarik untuk investasi jangka panjang di Indonesia kalau diganggu oleh demo radikalis ekstremis predator SARA.

CW: Ya bapak rupanya masih menghemat resep dan advis karena melihat simulasi KPU untuk pilpres 2024 memberi jadwal yang masih “lama”. Coblosan akan dilakukan Maret 2024 karena KPU harus menetapkan hasil pilpres siapa paslon terpilih 6 Oktober 2024 agar bisa dlantik 20 Oktober 2024 sbg presiden ke-8 menggantikan Jokowi.

BK: Ya pengumuman nama calon boleh dimulai Juli 2022 lalu rekrutment calon oleh parpol dari para capres cawapres. Bicara sekarang terlalu premature, nanti saja mungkin Juli 2021 pas setahun kita masih bisa merekrut memilah dan mengelu elus, jago kita untuk maju jadi Presiden ke-8.

Pilihan kita tentu tidak boleh terlalu meleset sebab kalau gagal meramal mungkin kita sudah tidak akan digubris oleh publlik yang sudah capek membuang waktu membaca buku ratusan halaman yang for nothing nobody cares.

CW: Ya kalau bapak pendiri Republik, Proklamator dan Presiden pertama RI sudah pesimis fatalis apalagi saya yang hanya reporter Istana waktu transisi 1966-1970. Semoga bulan Juli 2021 kita sudah bisa lebih mengerucutkan nama capres 8 yang lebih definitive dan realistis.

BK: Saya ingin memberikan kode kipas dimana di bagian bulatan bisa dipasang foto nama cawapres. Sedang dipangkal kipas adalah foto nama capres 8. Misalkan capresnya Ganjar Pranowo, maka dibulatan kipas bisa dipasang Yenny Wahid, SMI, Airlangga, Andika Perkasa, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Dr Terawan.

Terobosan Vaksin Nusantara oleh tim gabungan eks Menkes Dr Terawan dan peneliti AS asal Indonesia, serta RS. Dr. Karyadi dan Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang berpeluang menjadi pemenang dalam balapan vaksin internasional. Maka duet GP-Terawan layak masuk Kode Kipas.*

Artikel Lainnya