Sosok

Jejak Sukses Alumni SMAN3 Jakarta: dari Dokter hingga Guru Besar

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 27/04/2021 12:01 WIB

Jejak Sukses Alumni SMAN3 Jakarta Budhi Antariksa, Lies Permana Lestari, Rudy Salahuddin dan Raldi Hendro T.S Koostoer ((Foto Collage: Ki-ka)

Sosok, INDONEWS.ID - Sekolah Menengah Atas Negeri Teladan Jakarta akan merayakan Dies Natalies ke-68 pada 24 Oktober mendatang.

Dalam rangka itu, Indonews.id kembali menghadirkan empat tokoh yang merupakan alumni SMAN3 Teladan Jakarta yang telah berkiprah di bidangnya masing-masing dalam membangun negeri.

Mereka adalah Budhi Antariksa, Rudy Salahuddin, Lies Permana Lestari dan Raldi Hendro Koestoer . Keempat sosok ini dengan caranya masing-masing telah berkontribusi membangun negeri dan tentunya, membuat bangga almamater tercinta yakni SMAN3 Jakarta.

Budhi Antariksa

Dokter Budhi Antariksa, Ph.D., Sp.P(K) merupakan dokter Spesialis Paru. Saat ini, Dokter Budhi masih berpraktik di KSM Paru RSUP Persahabatan dan Staf Pengajar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Setelah menamatkan pendidikan menengah atas dari SMAN3 Teladan Jakarta, dokter Budhi melanjutkan studi kedokteran di Universitas Indonesia dan lulus dengan sarjana S1 Kedokteran pada 1991.

Sementara Sp1 Pulmonologi diraihnya dari Universitas Indonesia pada 2005.

Kemudian pada 2010, dokter Anton menamatkan gelar Sp2 sebagai dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Bidang Asma dan PPOK dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Kolegium Kedokteran Respirasi.

Jenjang pendidikan S3 kedokteran (PhD) diperolehnya dari Hirosima University Jepang pada 2003.

Dokter Budhi Antariksa merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Sejumlah jabatan pernah dipegannya antara lain menjadi anggota Kolegium Paru sejak 2017, dokter Budhi juga menjabat sebagai anggota MPPK IDI sejak 2019.

Sebelumnya, ia pernah menjadi Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang DKI Jakarta, Ketua Sleep Lab, Ketua Bidang Pembinaan Profesi dan Kesejahteraan PP PDPI, Deputi Manajer Bidang Perencanaan & Pengembangan Riset FKUI.

Ia juga pernah menjadi Anggota Tim Dokter Menteri, Ketua Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Wakil Ketua SMF Paru RSUP Persahabatan Periode, Anggota Tim Dokter Kepresidenan 2016 – 2020.

Ketua Divisi Asma PPOK KSM Paru RSUP Persahabatan tahun 2018, Ketua Komite Penelitian dan Pengembangan Serta Rujukan Rumah Sakit Persahabatan Tahun 2018, Koordinator Pendidikan S1 Departemen Pulmonolgi dan Kedokteran Respirasi FKUI Periode 2010 – 2012.

Atas jasa dan dedikasinya, dokter Budhi beberapa kali menerima penghargaan atau tanda jasa dari pemerintah antara lain sebagai penerima penghargaan "Pendidikan dan Pelayanan Pasca Gempa Tsunami di Aceh" pada 2005; "Periset FKUI Potensial Berdasarkan H-Index di SCOPUS" pada 2013; "Periset FKUI Potensial Berdasarkan Jumlah Artikel di SCOPUS": pada 2013 serta "Periset FKUI Potensial Kategori II Berdasarkan Akumulasi Impact Factor Jurnal" pada 2013.

Dokter Budhi juga diketahui telah mengikuti berbagai pelatihan dan workshop tingkat nasional maupun internasional dalam dan luar negeri.

Selain itu, Dokter Budhi juga telah sukses menelorkan puluhan jurnal nasional maupun internasional dengan fokus tulisan pada bidang yang digelutinya.

Rudy Salahuddin

Sosok kelahrian Jakarta, 11 Juli 1968 ini memiliki nama lengkap Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM.

Rudy merupakan Deputi IV Bidang Koordinasi Ekonomi
Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan pangkat sebagai pembina utama.

Alumnus SMAN3 Teladan Jakarta angkatan 1987 ini menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Indonesia dan lulus pada 1993.

Kemudian dia menyelesaikan pendidikan Magister di bidang Engineering Management di The George Washington University, Washington DC dengan gelar Master of Engineering Management (MEM) pada 1995.

Sementara Pendidikan Doktoral ditempuhnya di universitas yang sama dan meraih gelar Doctor of Science (DSc) pada 2002.

Beberapa jabatan penting dan strategis yang sedang didapuk Rudy hingga saat ini antara lain Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, Rudy juga diketahui merupakan Komisaris PT. PLN (Persero) dan Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja.

Rudy juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengupahan Nasional, Masa Jabatan Tahun 2020-2023 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 6/M Tahun 2020); Anggota Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional, Periode Tahun 2020-2023 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 13/M Tahun 2020).

Sepanjang karirnya, Rudy telah menduduki beberapa jabatan strategis di beberapa perusahan publik BUMN serta swasta.

Rudy pernah menjadi Komisaris PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk; Komisaris PT SUCOFINDO (Persero); Komisaris PT PNM Ventura Syariah; Komisaris PT PNM Venture Capital.

Selain itu, Rudy juga tercatat pernah menjadi Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM; Direktur Pengembangan Promosi BKPM; Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM; Direktur Pengembangan Promosi BKPM; Direktur Pameran dan Sarana Promosi BKPM.

Ia telah mengikuti sejumlah latihan, tugas belajar, kursus baik dalam maupun luar negeri.

Atas dedikasinya berbakti kepada nusa dan bangsa, Rydu dianugerahi penghargaan atau tanda jasa antara lain Satyalancana Karya Satya X Tahun 2007 dan
Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2016 dari pemerintah RI.*

Lies Permana Lestari

"I believe if we have a good motivation, responsibility and integrity, we can easily get success in every field," demikian bunyi moto hidup perempuan yang telah membawa Sarinah Departemen Store kembali ke masa keemasannya.

Menyebut nama Sarinah Departemen Store, tidak lepas dari peran Lies Permana Lestari. Bagaimana tidak, berkat tangan dinginnya sejak dipercaya mengelola Sarinah, Dia mampu mengembalikan masa keemasan Sarinah menjadi salah satu destinasi wisata bergengsi di Indonesia.

Sejak 2016, perempuan kelahiran Jakarta, 8 Juli 1973 ini menjabat beberapa posisi strategis di PT Sarinah (Persero) mulai dari Direktur Operasional 1, Direktur Retail hingga Direktur Business Development yang dijabatnya hingga saat ini.

Sebelum berkarir di Sarinah, alumnua SMAN3 Jakarta angkatan 1991 ini terlebih dahulu malang melintang di sejumlah perusahaan besar milik pemerintah maupun swasta antara lain di PT Permodalan Nasional Madani sebagai Asisten Direktor Senior, PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT Askrindo, dan Perum Jaminan Kredit Indonesia.

Terakhir, dia berlabuh di salah satu perusahan milik negara (BUMN), Sarinah. Atas peran Mantan finalis Abang None perwakilan Jakarta Timur tahun 1993 inilah Sarinah kembali mencapai masa keemasan dan sanggup bersaing dengan pusat perbelanjaan bergengsi lainnya di Jakarta.

Sebagai Pusat Perbelanjaan pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Pertama Soekarno, Sarinah merupakan ikon Indonesia yang juga dikenal sebagai The Window of Indonesia, tempat penjualan produk-produk kerajinan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Di sinilah sosok dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Management (MM) ini menuangkan pikiran dan tenaganya demi peningkatan kualitas dan penjualan Sarinah.

Setelah menyelesaiaikan pendidikan menengah atas dari SMAN3 Teladan Jakarta pada 1991, Lies mendaftar di Universitas Trisakti dan meraih gelar sarjana ekonomi pada 1996.

Ia kemudian mengambil gelar Master Magenement dari Binus University (Binus Business School) dan lulus pada 2015.

Lies juga diketahui telah mengikuti berbagai training baik di tingkat nasional maupun internasional dalam dan luar negeri.

Raldi Hendro Koestoer

Raldi Hendro Koestoer adalah seorang aktivist lingkungan hidup, dermawan, social entrepreneur dan dikenal sebagai guru besar bidang lingkungan UI.

Beberapa jabatan aktif yang dipegangnya saat ini antara lain sebagai Principal, Senior Policy Analyst di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan researcher-associtae professor di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesian (LIPI) sejak 1983.

Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta 10 April 1958 ini telah mengadi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sejak 1998.

Beberapa jabatan penting di kementerian ini sudah dipernah didapuknya hingga menjadi Senior Advisor Menko Perekonomian RI sejak 2006 hingga 2018 dengan konsentrasi seputar bidang lingkungan.

Sementara jabatan aktif di sektor swasta antara lain menjadi Presiden Commisioner PT Enviro Total Solusi sejak 2018; Independen Commisioner PT Vinisx Hoki Sejahtera (Hokimeat) sejak 2019; President Commisioner Pt Radian Grup Indonesia (Aradian Group) sejak 2019; Executive Advisor to Board of Director PT Wisardana Sapanta Utama (Wise Air Group Holding) sejak 2014.

Ia juga menjabat sebagai Executive Advisor to Board of Director PT Culturo Integra Niaga (Culturo Group Holding) sejak 2019; PT Culturo Kreatif sejak 2015; Advisory Board Member di Adamy & Co Law Firm sejak 2019; Advisory Board Member di Dapura.id sejak 2019.

Sebelumnya, ia penah menjadi Board of Commisioner Member di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan Presiden Commisioner di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Selain pengabdian profesional kepada Pemerintah Indonesia, ia juga dosen senior Perencanaan Tata Ruang dan Pembangunan Berkelanjutan di Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia.

Di tingkat Internasional, Beliau adalah Alternate Senior Official Indonesia untuk Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan Alternate Senior Official Indonesia for Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT).

Pada 2016-2018, Dia adalah Pejabat Senior Alternatif Indonesia untuk Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC).

Setelah tamat dari SMAN3 Jakarta, pria bernama lengkap Raldi Hendro Toro Seputero Koestoer ini memperoleh gelar Sarjana (Bs.c) jurusan Geografi dari Universitas Indonesia pada 1980.

Ia lalu mengambil gelar S2 (Drs.) masih di jurusan yang sama pada kampus yang sama pada 1982 dan dan meraih gelar master of Science bidang Regional Science dari Universitas Queensland Australia pada 1986.

Selanjutanya, gelar doktoral (Ph.D) di bidang Perencanaan Lingkungan diperolehnya dari Griffith University, Australia pada tahun 1992 dan minat penelitiannya di bidang Tata Ruang dan Pembangunan, serta dalam isu-isu Keberlanjutan, terutama yang terkait dengan pembangunan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kemudian pada tahun 2000, Ia diberi gelar Guru Besar Peneliti bidang regional dan ilmu lingkungan.
Ia telah menulis 17 buku, termasuk “The Green TOD”, 2016, yang diterbitkan oleh UI Press.

Atas dedikasinya, Prof Raldi telah menerima penghargaan atau tanda jasa dari pemerintah Indonesia yakni Satri Lancana Karya Satya XX National Honor Charter pada 2004 dari President Megawati Soekarnoputri.

Pada 2014, ia kembali dianugerahi bintang Satria Lancana Karya Satya XX National Honor Charter dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Prof Raldi tercatat telah menjadi delegesi Kementerian dan Pemerintah RI untuk sejumlah urusan di baik di tingkat regional maupun global.

ia juga tercatat menjadi profesor tamu di sejumlah perguruan tinggi baik di Indonesia maupun di luar negeri.*(Rikard Djegadut).

Loading...

Artikel Terkait