Nasional

Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo dan LaNyalla Ciptakan Tiga Serangkai yang Kuat

Oleh : very - Sabtu, 08/05/2021 20:33 WIB

Tiga serangkai yaitu Rizal Ramli, LaNyala Mattalitti, dan Gatot Nurmantyo dalam pertemuan di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (7/5). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID –Pendiri Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya`roni H. Amin menanggapi pertemuan dua tokoh oposisi Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo serta Ketua DPD RI LaNyalla Mahmaud Mattalitti, di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (7/5).

Dia mengatakan, pertemuan yang disebutnya sebagai pertemuan Serpong tersebut berpeluang memperkuat daya dobrak dan daya kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Syaratnya, pertemuan yang bermula dari silaturahmi tersebut harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

Hal tersebut, katnya, bisa terjadi jika Gatot Nurmantyo dan LaNyalla siap bergabung dengan Rizal Ramli.

"Dari ketiga tokoh tersebut, hanya Rizal Ramli yang masih konsisten berada di garis perlawanan terhadap pemerintahan," ujarnya seperti dikutip RMOL, di Jakarta, Sabtu (8/5).

Menurutnya, jika ketiga tokoh tersebut bergabung, maka akan menciptakan kekuatan tiga serangkai yang cukup kuat.

"Masing-masing tokoh memiliki kekuatan dan jaringan yang akan melahirkan kekuatan oposisi yang kuat," ujar Sya`roni.

Apalagi kekuatan oposisi parlemen dinilainya saat ini makin melemah. Karena itu, kehadiran oposisi tiga serangkai tersebut akan disambut limpahan dukungan rakyat.

"Tapi ada syaratnya, Gatot Nurmantyo dan LaNyalla harus konsisten berada di garis oposisi seperti yang sudah dilakukan oleh Rizal Ramli," ujarnya.

Seperti diketahui, dua tokoh oposisi Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo serta Ketua DPD LaNyalla Mahmaud Mattalitti menghadiri silaturahmi dan dialog antar tokoh bangsa, di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Jumat (7/5).

Pertemuan itu juga dihadiri beberapa kekuatan oposisi, seperti Adhie M. Massardi, Ahmad Yani, MS. Kaban, Bachtiar Chamsyah, M. Said Didu, Ubedillah Badrun, dan Natalius Pigai.

Pada pertemuan itu, DPD RI didorong bisa mengambil peran sebagai penggugat maupun inisiator agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threeshold sebesar 20 persen dikaji lagi.

Pada kesempatan itu, LaNyalla menyatakan keinginannya untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hal itu harus dilakukan untuk mengawal perjalanan bangsa.

"Posisi saya bukan oposisi, tapi saya ingin menyatukan semua elemen masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama mengawal perjalanan bangsa ini. Karena tugas DPD RI adalah menyatukan kekuatan semua stakeholder," ujar LaNyalla. (*)

Loading...

Artikel Terkait