Nasional

Akhiri Konflik di Palestina, Hikmahanto: Semua Pihak Tidak Kedepankan Orientasi Politik atau Ideologi

Oleh : very - Senin, 17/05/2021 21:14 WIB

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) yang juga Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof Hikmahanto Juwana. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Kekerasan dan penggunaan kekerasan masih terus berlangsung antara komponen bersenjata Palestina dengan Israel. Korban tidak berdosa termasuk perempuan dan anak menjadi korban.

Berbagai pemerintah negara telah merespons dan mengutuk penggunaan kekerasan yang dilakukan tersebut. Hanya saja respons tersebut tergantung pada orientasi pihak mana yang didukung.

Misalnya, Pemerintah AS mengutuk serangan oleh Hamas terhadap Israel. Sementara negara-negara Islam yang mendukung rakyat Palestina dalam perjuangannya berhadapan dengan Israel mengutuk serangan yang dilakukan oleh otoritas Israel.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, ada baiknya saat ini semua pihak agar tidak mengedepankan orientasi politik atau ideologi.

“Yang dikendepankan adalah kekerasan harus segera diakhiri demi kemanusian. Korban baik di Palestina maupun Israel harus bisa dihentikan,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (17/5).

Rektor Universitas Jenderal A Yani tersebut mengatakan, selanjutnya demi kemanusiaan harus ada de-eskalasi penggunaan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai.

Pernyataan-pernyataan dari berbagai pemerintah juga harus dihentikan agar tidak terlibat dalam masalah baru dan justru melupakan para korban dan calon korban dari pertikaian yang ada.

Demi kemanusiaan juga PBB, khususnya Dewan Keamanan, serta OKI harus mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan jatuhnya korban.

Demi kemanusiaan, katanya, negara-negara juga perlu untuk melakukan lobby-lobby dengan pemerintah AS agar pemerintah tegas tidak mendukung aksi kekerasan yang dilakukan oleh otoritas di Israel.

“Pemerintah AS merupakan kunci agar Israel tidak melakukan serangan membabi buta terhadap bangsa Palestina,” pungkasnya.

Hari ini, seorang diplomat senior Rusia menyebut bahwa gencatan senjata merupakan prioritas utama untuk penyelesaian konflik Isral dan Palestina. Rusia juga menyerukan agar upaya-upaya dilakukan untuk memulai kembali dialog perdamaian antara kedua negara.

Seruan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin, dalam rapat luar biasa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang digelar online untuk membahas penyelesaian konflik Israel-Palestina.

"Tugas prioritas utama saat ini adalah gencatan senjata dan menghentikan permusuhan. Kami menyerukan kepada pihak-pihak untuk menghormati norma-norma hukum kemanusiaan internasional, untuk menghindari dampak pada populasi sipil dan infrastruktur yang digunakan oleh jurnalis dan media massa," ujar Vershinin seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS News Agency, Senin (17/5/2021).

Seperti dikutip Detikcom, Vershinin mengatakan bahwa Rusia mengecam keras penggunaan kekerasan terhadap warga sipil, baik di Israel maupun di Palestina. "Konfrontasi bersenjata, yang sudah menyebabkan kematian dan membuat puluhan orang luka-luka, termasuk wanita dan anak-anak, harus segera dihentikan," ujarnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait