Nasional

Benahi Sektor Hulu, BNPB Monitoring PPKM dan Distribusi Masker hingga Kecamatan

Oleh : very - Rabu, 28/07/2021 10:05 WIB

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB, Andi Eviana (kiri) membagikan masker kepada salah satu warga di Kota Surabaya, Senin (26/7). Pembagian masker tersebut merupakan salah satu upaya BNPB dalam mendukung optimalisasi Posko PPKM Mikro. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- BNPB melakukan monitoring dan pendistribusian masker dalam mengoptimalkan penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Upaya tersebut dilakukan, salah satunya melalui monitoring PPKM dan distribusi 4.000 masker untuk setiap kabupaten, Mojokerto dan Gresik, di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan monitoring atau pemantuan ini bertujuan untuk memastikan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Mojokerto dan Gresik, berjalan sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh Pemerintah.

Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Johny Sumbung menyampaikan, hasil monitoring ini nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan langkah-langkah strategis berikutnya.

“Hal tersebut juga menegaskan bahwa BNPB sangat berkomitmen dalam melakukan upaya penanganan Covid-19,” ujar Johny saat berada di Posko PPKM Mojokerto, Selasa (27/7).

Johny menambahkan bahwa pihaknya juga mendistribusikan masker hingga tingkat kecamatan untuk membantu pengendalian penyebaran Covid-19. Langkah ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kita semua tentu berharap, langkah ini dapat menekan rantai penyebaran Covid-19 di tengah lonjakan kenaikan kasus terpapar,” ungkap Johny seperti dikutip dari siaran pers Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pendistribusian masker hingga tingkat kecamatan akan dilakukan dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berada di setiap kabupaten. Selanjutnya pendistribusian akan diteruskan hingga tingkat desa oleh posko PPKM di kecamatan.

Penyerahan simbolis bantuan masker dilakukan di posko PPKM yang berada di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sedangkan untuk wilayah Mojokerto, penyerahan dilakukan di Kecamatan Trowulan. Dalam kegiatan pemantauan dan pendistribusian masker yang berlangsung pada 26 – 27 Juli 2021 ini, BNPB melibatkan BPBD Kabupaten Gresik dan Mojokerto.

Di samping itu, BNPB juga melakukan teroboson dalam perencanaan dan monitoring pendistribusian masker dengan menggunakan aplikasi inaRISK Personal.

“Dengan penggunaan aplikasi inaRISK, diharapkan pendistribusian masker yang nantinya akan dilakukan oleh BPBD dapat mengacu kepada data sebaran kasus Covid-19 yang ada di aplikasi sehingga lebih terarah, efektif dan tepat sasaran,” tambah Johny.

Penggunaan aplikasi akan memudahkan BNPB untuk memantau pendistribusian secara realtime dan menganalisis penanganan sebagai dasar penentuan kebijakan atau keputusan selanjutnya terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

 

Dukung Optimalisasi Posko PPKM Level 4

Sebelumnya, BNPB juga terus mendorong upaya optimalisasi peran Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di seluruh level tingkatan Pemerintah Daerah mulai dari Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten/Kota.

Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam yang dipimpin oleh Direktur Andi Eviana, mengimplementasikan upaya tersebut melalui berbagai kegiatan langsung di lapangan.

Salah satunya dengan menyerahkan bantuan masker kepada masyarakat di beberapa desa/kelurahan seperti Desa Sawotratap di Kecamatan Gedangan, Desa Tambaksawah di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, kemudian Kelurahan Margorejo di Kecamatan Wonocolo dan Kelurahan Genteng di Kecamatan Genteng, Kota Surabaya pada Senin (26/7).

Beberapa lokasi yang dipilih tersebut memiliki daya tarik bagi para pendatang untuk mendirikan usaha dan menjadi sentra perekonomian di tengah permukiman padat penduduk yang hingga saat ini terkena dampak pandemi COVID-19. Pembagian masker ini akan mendukung arahan Presiden agar usaha rakyat kecil dapat mulai dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, masker juga diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur sebanyak 50 lembar. Bantuan masker tersebut kemudian akan didistribusikan ke 12 Kabupaten/Kota yang menjalankan PPKM Level 4 di Provinsi Jawa Timur.

Melalui kegiatan distribusi masker sebagai bagian dari optimalisasi posko PPKM Mikro, masyarakat bisa mendapatkan masker secara langsung dan gratis sesuai dengan yang dibutuhkan. Dari sini, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19.

Melalui upaya tersebut, diharapkan roda perekonomian dapat tetap berjalan akan tetapi upaya menekan laju penularan Covid juga bisa optimal. Pemerintah tentunya tidak dapat bekerja sendiri dalam mengendalikan pandemi COVID-19 tanpa dukungan dari masyarakat sebagai garda terdepan.

"Roda perekonomian harus tetap berjalan seiring dengan penerapan protokol kesehatan yg ketat dengan pengawasan dari semua jajaran posko PPKM merupakan upaya penting dalam Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelas Evi.

Selain distribusi masker, penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh Posko PPKM di tingkat desa/kelurahan juga dijalankan melalui berbagai kegiatan meliputi, menyiapkan shelter sebagai tempat isolasi mandiri, menyiapkan tenaga kesehatan, pemenuhan kebutuhan vitamin dan obat-obatan serta tabung oksigen.

Dengan dukungan dari hulu ke hilir ini, maka diharapkan dapat segera memutus mata rantai penularan COVID-19 di Tanah Air dan pemulihan ekonomi dapat segera dijalankan. (*)

Loading...

Artikel Terkait