Bisnis

Jadi Anggota Holding UMi, Bos PNM: Kami Akan Terus Cari Peluang Dorong Percepatan Naik Kelas Nasabah

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 18/10/2021 16:30 WIB

Direktur Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM PNM, Arief Mulyadi

Jakarta, INDONEWS.ID - Holding Ultra Mikro (UMi) melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan PT Pegadaian resmi terbentuk. Sejalan dengan hal itu, PNM menargetkan bisa menambah nasabahnya menjadi lebih dari 12 juta pada 2022 mendatang.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi pun optimistis target tersebut bisa dicapai seiring dengan penguatan ekosistem usaha yang dibentuk pihaknya bersama dengan Pegadaian dan BRI.

"Untuk tahun depan, memang kami sedang menghitung ulang. Pada 2022 harapannya perseroan bisa mengakuisisi lebih dari 1,2 juta nasabah baru. Kami berharap bisa lebih tinggi dari 12 juta nasabah," ucap Arief dalam keterangan pada Rabu (6/10/2021).

Kendati telah bergabung dalam Holding BUMN UMi, Arief memastikan bahwa PNM tetap fokus pada target yang dicanangkan pada awal tahun ini.

Adapun, sampai saat ini PNM telah melakukan pemberdayaan sekaligus pembiayaan kepada 10,8 juta nasabah pra-sejahtera. Arief menambahkan bahwa pihaknya akan secara konsisten menjaga keberlangsungan dan semangat usaha nasabah yang sudah ada.

Artinya, Holding UMi tidak akan mengubah kualitas layanan dan produk jasa keuangan. Namun akan memperkuat apa yang telah dilakukan PNM selama ini.

"Bahkan kami terus mencari peluang untuk mendorong percepatan naik kelas (para pelaku usaha binaan), meningkatkan layanan, dan pada akhirnya bisa memberikan kontribusi terhadap akselerasi aktivitas ekonomi lokal dan nasional," tutur Arief.

Selain itu, Arief mengatakan ada beragam keuntungan yang didapatkan PNM dari keanggotaan holding ini. Salah satunya adalah penurunan bunga pinjaman bagi nasabah PNM.

Hal ini berkat sokongan pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga PNM bisa lebih agresif dalam membantu pelaku usaha mikro naik kelas melalui pembinaan yang semakin masif dan penyaluran pinjaman modal produktif dengan bunga cicilan menjadi lebih ringan.

Arief menyampaikan perusahaan optimistis nasabah program Mekaar akan memperoleh keuntungan penurunan bunga pinjaman sekitar 3%. Mengingat, potensi beban dana, beban operasional dan beban lain dapat ditekan lewat holding.

"Sinergi itu pun akan semakin menguntungkan masyarakat kecil karena dapat mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead sekitar 8%," kata Arief, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (30/9).

Ditegaskan pula, integrasi holding dengan Bank BRI dan Pegadaian dapat membentuk ekosistem usaha yang kuat dengan menjaga, dan mempertahankan pendekatan pemberdayaan sosial PNM.

"Ekosistemnya tentu akan menjadi lebih besar. Pelaku (usaha) ultra mikro dapat menjalin kerja sama dengan pelaku usaha menengah, bahkan korporasi, secara langsung," ungkap Arief.*

Loading...

Artikel Terkait