by : Noryamin Aini (Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)
Saat mau ke peraduan malam, kusempatkan menulis renungan ini. Siapa tahu "tulisan ini adalah kebaikan terakhirku untuk menggoreskan pesan renungan".
Sahabatku! Kesuksesan hidup duniawi dan akhrawi menjadi dambaan setiap orang. Namun, untuk mencapai kesuksesan itu, kita tidak harus mengalahkan orang lain. Kenapa? Karena hidup ini bukan suatu pertarungan.
Hidup ini ini adalah tentang pergumulan, perlombaan tanpa harus menghajar orang lain terkapar untuk kita mencapai puncak kemenangan. Maka, janganlah pernah merasa menang dengan berpikir bahwa kita telah mengalahkan orang lain.
Sahabat! “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah mendahului orang lain, tidak juga obsesi mengalahkan orang lain. Tetapi misi luhur dan sejati kita adalah bergegas melangkah maju mendahului niat malas diri sendiri untuk sampai di titik harapan, husnul khatimah.”
Bahasa al-Quran mengajarkan berlomba dalam kebaikan; فَاسۡتَبِقُوا الۡخَيۡرٰتِؕ (QS. al-Baqarah : 148).
Dalam dialektika ayat al-Quran ini, tugas kita bukan mendahului atau menjadi lebih baik daripada orang lain dengan cara mengalahkannya, menghentikan langkah kebaikannya. Tetapi, tugas sejati kita adalah menjadikan diri kita selalu menjadi lebih baik setiap hari dibanding masa lalu kita.
Masa depan adalah titik tolok ukur keberhasilan kita. Tidak ada baiknya kisah sukses masa lalu jika akhir kehidupan kita ditutup dengan rapot merah kegagalan di jalan iman dan kebajikan
#Aku-terus-mencoba-menjadi-lebih-baik.
Pamulang, 25 Oktober 2021