Nasional

Di Rakernas 2022, Ketum IKA ITS Beberkan Keunggulan Formula R-5 dan OceanFarmITS kepada Menko Luhut & Airlangga

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 26/03/2022 20:45 WIB


Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (PP IKA ITS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2022 dengan tema

Jakarta, INDONEWS.ID - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (PP IKA ITS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2022 pada 26 Maret 2022. Rakernas tersebut mengangkat tema "Perkuat KolaborAksi IKA ITS untuk Indonesia".

Acara yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh dua menteri kabinet Indonesia Maju RI. Antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Bisar Panjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.

Ketua Umum PP IKA ITS, Ir Sutopo Kristanto MM dalam sambutannya menyampaikan acara ini sangat penting sebagai momen untuk memantapkan kolaborasi ke depannya agar bisa pulih dari hantaman pandemi covid-19. Menurutnya, mustahil Indonesia dapat menang dari pandemi covid-19 tanpa kolaborasi dan kerjasama.

"Kegiatan ini menunjukan bahwa tujuan bersama akan sulit dicapai jika kita berjalan sendiri-sendiri. Kerjasama atau kolaborasi sangat dirasakan dan penting dijalankan. Tanpa hal tersebut, pandemi tak akan kunjung berakhir," kata Sutopo dalam sambutannya.

Untuk itu, Sutopo menambahkan, pihaknya menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah yang telah bekerja maksimal menekan laju kasus covid-19. Bahkan kini, Indonesia memasuki status endemi di masyarakat.

"Karena itulah tagline kepengurusan IKA ITS pada periode ini adalah kolaborasi dan aksi yang biasa kami singkat "KolaborAksi" IKA ITS untuk Indonesia. Dan pada Rakernas tahun ini mengambil tema "KolaborAksi IKA ITS untuk Indonesia," imbuhnya.

Dasar dari tagline ini, jelas Sutopo, adalah agar para alumni IKA ITS lebih memperkuat lagi KolaborAksi yang selama ini sudah terjadi. Sehingga kita bersama-sama lebih cepat berkontribusi untuk pemulihan Indonesia setelah dihantam pandemi covid-19.

Dilanjutkannya, IKA ITS saat ini sudah berbadan hukum dalam bentuk perkumpulan. Hal ini memudahkan IKA ITS untuk melakukan hilirisasi inovasi para alumni dan almaater.

Lebih lanjut, Sutopo juga melaporkan bahwa IKA ITS telah meluncurkan struktur pemrakarsaan bisnis guna menunjang langkah hilirasi inovasi tersebut.

"Saat ini kami, mematangkan langkah untuk mengkonkritkan dua entitas bisnis. Pertama adalah formula pembenah tanah atau R-5 yang sekarang sedang diujicoba di Karawang. Kedua adalah OceanFarmITS yang kita kembangkan sebagai bagian dari hilirasi di sektor perikanan," paparnya.

Inovasi ini, kata Sutopo, diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketersediaan pangan nasional. Sebab jika padi biasanya hanya panem 2 kali, maka dengan menggunakan R-5, padi ditanam sekali dan panem 4 kali dalam setahun.

"Adapun OceanFarmITS adalah bangunan budidaya ikan (akuakultur) yang dipasang di laut lepas dan dimanfaatkan untuk mengembangkan ikan, khususnya tuna. Dengan metode ini, ikan dapat tumbuh alami di habitatnya dan dipanen sepanjang tahun," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Bisar Panjaitan memaparkan soal iklim investasi Indonesia pasca pandemi covid-19.

"Pada 2036, Indonesia diperkirakan akan keluar dari status midle income trap dengan pertumbuhan rata-rata 5,7 persen pada 2025 ini. Namun itu sebenarnya kita belum maksimalkan hilirisasi dan efisiensi," yakin Luhut di memulai pemaparannya.

Luhut berharap kepada alumni ITS yang mengabdi di berbagai sektor untuk selalu memberikan sumbangsih terbaiknya. Luhut mengatakan, hilirisasi dan efisiensi penting sebagai penentu apakah Indonesia ingin keluar dari status midle income trap dan menjadi negara maju pada 2045.

"Nah ini saya kira teman-teman alumni ITS perlu tahu juga karena anda bekerja di berbagai macam sektor. Kita mau bawa ke mana sih Indonesia ini, gitu. Jadi kalau kita mau keluar dari midle income trap dan masuk jadi negara maju pada 2045, kita harus melihat dua hal itu, yakni hilirisasi dan efisiensi," beber Luhut.

Luhut mengungkapkan, jika melihat kondisi pascapandemi, Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan perubahaan dunia. Namun menurutnya, hal ini sekaligus menjadi sebuah "keuntungan" agar Indonesia tidak taken for granted atas segala yang ada.

"Menurut hemat saya, ini juga "untung" bahwa pandemi ini ada. Sehingga akal-akal kita yang selama ini taken for granted, sekarang telah terjadi perubahaan sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, peningkatan peran dari AI, big data, perubahaan global value chain, termasuk green recovery dalam menghadapi tantangan perubahaan iklim, dimana Indonesia juga menjadi champion di sana," ujar Luhut.

Luhut juga menyarakan agar ITS mengembankan mata kuliah di bidang AI dan IT. Indonesia, lanjut Luhut, dihadapkan pada berbagai tantangan pascapandemi dalam rangka mencapai visi menjadi negara maju pada 2045.

"Tapi yang terpenting, kita harus kompak, kita juga harus bersatu. Berbeda-beda pemikiran boleh saja. Kita satu nusa, satu bangsa, satu negara. Saya percaya ITS akan memberikan kontribusi yang luar biasa kepada negeri kita tercinta ini," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dalam kesempatan itu menyapaikan bahwa proyeksi ekonomi global masih menujukan tren pemulihan dan penanganan kasus covid-19 dengan menujukan hasil yang baik.

Kendati demikian, papar Airlangga, masih terjadi kenaikan inflasi global yang memicu sejumlah negara untuk melakukan normaslisasi kebijakan moneter serta ketegangan geopolitik yang terjadi di Eropa antara Rusia dan Ukraina.

"Di tengah ketidakpastian tersebut, kita patut syukuri bahwa di tahun 2021, Indonesia mampu tumbuh sebar 3,7 persen secara year on year (YoY) dan kita lihat bahwa sektor industri masih menjadi penopang dengan kontribusi PDB 18 persen dan pertumbuhan sekitar 4,90 persen di kuartal ke-4 2021," kata Ketum Golkar ini.

Pertumbuhan ini, jelas Airlangga, relatif lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam yang tumbuh 2,6 persen ataupun negara di Eropa seperti Jerman yang hanya 2,8 persen.

Pencapaian ini, tambahnya, tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan hilirasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri dan juga terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia.

Upaya strategis ini memberikan dampak luas seperti peningkatan devisa dari ekspor, peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja serta menjadi sumber penerimaan negara.

"Sebagai contoh, pemerintah telah melakukan hilirisasi di sektor industri agro, mineral logam maupun CPO. Nilai tambah yang dihasilkan CPO mendekati 4 kali lipat, begitu pula dengan nikel yang mencapai 400 kali," bebernya.

Airlangga juga menekankan terkait agenda persiapan Indonesia emas 2045. Menurutnya, kunci dari keberhasilan Indonesia emas adalah yang pertama Indonesia harus mampu keluar dari status midle income trap. Selain itu, Indonesia juga harus terus mendorong penciptaan sumber daya manusia unggul.

"Tentu kita harus melampaui apa yang disebut sebagai midle income trap tahun 2035. Dan tentu kita harus mendorong agar penciptaan SDM unggul, kreatif, cakap digital dan mempunyai mental kewirausahaan. Inilah yang harus didukung oleh kampus-kampus, termasuk dari ITS," tegasnya.

Indonesia, terang Airlangga, memiliki banyak potensi ekonomi digital dan pada tahun 2021, potensinya mencapai 70 miliar. Angka ini akan terus meningkat dan diproyeksikan tahun 2025 menjadi sebesar 146 milliar.

"Dan Indonesia tentunya membutuhkan SDM-SDM yang jumlahnya sebesar 9 juta sampai tahun 2030. Dan inilah yang menjadi tangangan agar perguruan-perguruan tinggi mampu mencetak sarjana yang digital literate," imbuhnya.

Kontribusi perekonomian berbasis digital dari pengembangan potensi ini, ungkap Airlangga, bisa mencapai 4434 triliun atau 16 persen dari PDB. Namun ia menyebutkan, jumlah kewirausahaan dilihat masih terlalu kecil yaitu 3,4 persen. Airlangga berharap, para alumni ITS diharapkan bisa mendorong agar entrepreneurship ini tumbuh di angka 5 persen.

"Saya mengucapkan selamat melaksanakan rapat kerja nasional (Rakernas) IKA ITS 2022, semoga rakernas ini menghasilkan gagasan dan inovasi yang tentunya mencerminkan kearifan dan terobosan yang bisa dilakukan oleh para alumni IKA ITS. Sekali lagi selamat," tutup Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama kepemrakarsaan bisnis IKA ITS sebagai badan hukum usaha yang akan menaungi hasil inovasi ITS yakni formula pembenah tanah atau R-5 dan OceanFarmITS.*

Artikel Lainnya