Nasional

Tersisa Dua Tahun Lagi, Rizal Ramli: Jokowi Sudah Jadi `Lame Duck`

Oleh : very - Minggu, 08/05/2022 12:05 WIB

Rizal Ramli adalah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (2000-2001) dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2015-2016). (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pengaruh seorang presiden di negara-negara barat biasanya baru akan berakhir sekitar enam (6) bulan sebelum masa jabatannnya berakhir.

Namun tidak demikian halnya dengan pengaruh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pengaruh presiden ketujuh ini dinilai sudah terasa melemah saat ini. Padahal, jabatan Jokowi masih terbilang lama dan baru lengser pada tahun 2024 mendatang.

"Di negera-negara demokratis, seorang presiden baru menjadi `Lame Duck` (bebek lumpuh) 6 bulan sebelum masa jabatannya berakhir," kata ekonom senior, Rizal Ramli seperti dikutip dari akun Twitternya pribadinya, @RamliRizal yang dipantau pada Minggu (8/5).

Menurut mantan Menko Perekonomian, fenomena tersebut terjadi terlalu dini.

"Lame Duck: omonganya sudah tidak dianggap/ tidak berwibawa, perintahnya tidak dilaksanakan. Kenapa masih 2 tahun, Jokowi sudah jadi lame duck??" ujar Bang RR –sapaan Rizal Ramli.

Seperti diketahui, sejumlah kebijakan Presiden Jokowi belakangan menuai kritik lantaran tidak berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya yaitu terkait polemik minyak goreng.

Presiden Jokowi bahkan dianggap sudah kalah dengan mafia minyak goreng. Di saat terjadi kelangkaan minyak goreng yang membuat harganya melambung, Presiden Jokowi justru mengeluarkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) Migor sebesar Rp 300 ribu, dan bukannya menindak para mafia Migor. ***

 

Loading...

Artikel Terkait