https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Bisnis

Pertamina Efisiensi 20 Persen, Rizal Ramli: Pemerintah Tidak Perlu Naikkan Harga BBM

Oleh : very - Kamis, 08/09/2022 20:44 WIB

Rizal Ramli adalah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (2000-2001) dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2015-2016). (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah telah memutuskan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9) lalu. Harga Pertalite misalnya naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, Pertamax naik dari dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter, dan Solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu menaikkan harga BBM tersebut di tengah kondisi masyarakat yang baru saja mulai tertatih-tatih dari pandemi Covid-19.

“Dua tahun ini rakyat kita dihantam Covid yang menjadikan daya mereka anjlok. Kini rakyat mulai happy karena Covid perlahan mulai dikendalikan. Namun di tengah situasi itu malah pemerintah kembali menaikkan harga BBM. Seharusnya pemerintah membiar rakyat untuk bangkit. Kok tega-teganya pemerintah melakukan itu,” ujar mantan Menko Kemaritiman itu di Jakarta.

Menurut Bang RR – sapaan Rizal Ramli – pemerintah tidak seharusnya menaikkan harga BBM. Hal itu bisa ditempuh dengan melakukan dua hal.

Pertama, katanya, pemerintah menunda dahulu kenaikkan harga BBM. “Pemerintah sabar dikit kek. Karena harga minyak akan turun,” ujarnya.

Kedua, pemerintah bisa memaksa Pertamina untuk melakukan efisiensi.

Aktivis Pergerakan itu mengatakan, manajemen Pertamina sangat tidak efisien. Jika saja Pertamina melakukan efisiensi sebesar 20 persen, maka pemerintah bisa menghemat Rp100 triliun. “Nah duit tersebut bisa digunakan sehingga pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM. Dan hal tersebut tidak susah-susah amat,” ujarnya.

Karena itu, saat ini rakyat harus menanggung inefisiensi Pertamina tersebut dengan kenaikan harga BBM.  “Jadi jangan karena Pertamina tidak efisien maka rakyat harus membayar ketidakefisienan Pertamina itu,” ujar mantan Kepala Bulog pada era Presiden Gus Dur tersebut.

Rizal Ramli mengatakan tren harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan. Dia mengatakan jika pada awal perang di Ukraina harga minyak mencapai US$ 120/barel maka saat ini sudah mencapai US$87 per barel. Dan beberapa hari yang lalu, OPEC telah menurunkan harga produksinya. “Itu artinya harga minyak akan turun lagi. Ini tega-teganya pemerintah menaikkan harga BBM di dalam negeri,” ujar Bang RR.

Mengapa Pertamina dalam kondisi ini justru mendapat kerugian? Tidak lain kata Rizal Ramli, hal tersebut terjadi karena dua hal.

Pertama, katanya, karena banyak proyek yang di-mark up.

Kedua, karena selama satu tahun ini, Pertamina mengalami kebakaran kilang minyak seperti di Cilacap dan Balikpapan.

Ironisnya lagi, kata Bang RR, dalam kebakaran tersebut tidak ada pihak yang dihukum. “Karena itu jika kapasitas kilang minyak kita tidak maksimum maka kita terpaksa melakukan ekspor minyak mentah kita ke Singapura untuk kemudian kita impor lagi. Dan itu membutuhkan ongkos yang mahal. Jadi, pertanyaannya apakah kilang minyak tersebut sengaja dibakar atau tidak,” ujarnya.

“Karena itu, jika Pertamina tidak bisa melakukan efisiensi maka ganti saja Presiden Komisaris Pertamina itu,” sambung Rizal Ramli.

Padahal, terkait kilang minyak ini, sejak awal Presiden Jokowi sudah menggembar-gemborkan bahwa pihaknya akan membangun kilang minyak yang ada di dalam negeri. “Sejak awal Presiden Jokowi sudah bilang akan membangun kilang minyak di Gresik, Balikpapan, namun semuanya itu hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu, red) saja. Karena itu sekarang ini kita kembali melakukan ekspor minyak mentah dan kemudian mengimpor lagi dengan harga yang jauh lebih mahal,” ujarnya. ***

 

Loading...

Artikel Terkait