Opini

Hubungan sirup obat dan gangguan ginjal akut pada anak

Oleh : luska - Rabu, 02/11/2022 08:59 WIB


Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes)

Dalam perkembangan kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak maka kita ikuti ada dua perkembangan informasi:
1. penjelasan BPOM tanggal 23 Oktober 2022 disebutkan a.l. “…produk yang dinyatakan kandungan cemaran EG melebihi ambang batas aman pada penjelasan publik keempat (Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops)…”. Tentu penelitian masih terus berjalan, tetapi setidaknya ada lima obat sirup yang diduga mengandung cemaran EG melebihi ambang batas aman.
2. sampai hingga 31 Oktober 2022 sudah ada 304 kasus yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia, dengan 159 kematian. Tragis dan menyedihkan sekali.

Dari dua perkembangan informasi di atas, maka setidaknya ada tiga hal yang dapat kita analisa, sbb:

1. disebutkan ada 304 kasus dan 159 kematian, sementara di pihak lain disebut ada beberapa obat (katakanlah 5 merek) yang mengandung EG dan DEG di atas batas aman. Nah pertanyaannya tentu, apakah ke 304 pasien ini memang semua mengkonsumsi lima obat yang jelas tercemar itu (atau mungkin nanti ada tambahan obat lain), dan untuk ini ada 3 kemungkinan analisa lanjutannya:
1.1. Kalau memang semua/sebagian amat besar pasien  maka kita memang memakan obat yg resmi diumumkan tercemar itu maka kita dapat dengan lebih yakin menyebut bahwa lima obat (atau mungkin nanti ada tambahan obat lain) inilah yang menjadi penyebab masalah sekarang ini.
1.2. Tetapi, kalau cukup banyak anak-anak yang ternyata tetap jatuh sakit ,dan bahkan mungkin meninggal, dan ternyata mereka tidak meminum ke lima obat batuk sirup itu (atau mungkin nanti ada tambahan obat lain), maka masalahnya tentu jadi makin kompleks.
1.3. Tentu jadi tidak terlalu tepat kalau kesimpulan diambil hanya berdasar data dari beberapa anak saja, padahal total kasus sudah 304. Kita jadi perlu tahu secara amat rinci tentang obat apa saja yang di minum oleh masing-masing dari 304 anak ini. Lalu tentu perlu di cek satu persatu obat-obat yang sudah diminum para pasien anak itu selama ini, apakah memang aman, atau ada yang kadar EG dan DEG nya melebihi batas aman juga, atau barangkali ada hal-hal lain di obat itu yang dapat dihubungkan dengan terjadinya gagal ginjal akut pada mereka.

2. Analisa yang juga mungkin perlu dilakukan adalah menilai apakah ada faktor lain di luar obat yang mungkin jadi penyebab, baik itu infeksi, atau faktor lingkungan, atau kebiasaan tertentu dll. Untuk analisa ini maka tentu perlu dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) yang amat ketat pada setiap dari 304 anak itu, termasuk bagaimana keadaan di rumahnya, atau tempat bermain, atau disekolahnya kalau sudah sekolah dll.

3. Akan baik kalau dikeluarkan analisa dalam bentuk semacam tabel lengkap dari 304 kasus ini, Masing-masing dituliskan informasi demografinya, lalu informasi perjalanan penyakitnya, lalu obat-obat apa saja yang dikonsumsi sebelum sakit pada setiap anak itu dan juga berbagai faktor lain yang mungkin mempengaruhi terjadinya penyakit.

 

Artikel Lainnya