Jakarta, INDONEWS.ID - Universitas YARSI melakukan wisuda sarjana dan pascasarjana semester ganjil, pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini berkaitan juga dengan 59 tahun YARSI – sebuah usia panjang hampir 60 tahun, yang kaya dengan prestasi dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama melalui pernyataan tertulisnya mengatakan, Prof Yusril Izha Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan membawakan orasi yang berjudul "Transformasi Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Tatah Kelola Dunia Baru".
Yusril membahas tiga dimensi sekaligus yaitu dimensi epistemik, dimensi etika, dan dimensi kebangsaan.
Prof Yusril menegaskan bahwa jika salah satu dari tiga dimensi ini diabaikan, maka transformasi yang kita banggakan akan terhenti sebagai perubahan yang superfisial.
Prof Yusril menyampaikan lima hal penting untuk para lulusan YARSI – dan juga semua lulusan perguruan tinggi bangsa ini.
Pertama adalah harus terus belajar. Kedua, selalu memelihara integritas. Ketiga, menggunakan teknologi dengan bijaksana dan tanggung jawab. Keempat, mempertahankankepedulian terhadap sesama. Kelima, tidak memisahkan profesionalisme dari etika, suatu hal mendasar yang amat penting bagi para lulusan kita.
”Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan oleh mutu manusia yang menggunakannya. Masa depan bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas pemikiran, integritas, dan rasa keadilan warganya. Dan, masa depan perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari infrastruktur, perangkat, atau ranking, tetapi lebih kepada kualitas manusia yang dihasilkannya,” ujar Prof Yusril mengakhiri orasinya.
Pesan Prof Yusri ini tentu menjadi bekal amat penting bagi Universitas YARSI. Lulusan semester ganjil Universitas YARSI kali ini terdiri dari 420 lulusan sarjana dan 57 lulusan Pascasarjana.
Prof Tjandra mengatakan bahwa ketika dirinya mulai bergabung sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI di tahun 2020, lulusan semester ganjil Pascasarjana ketika 2020 itu hanya mencapai 11 wisudawan.
”Tentu saya berbesar hati karena lulusan semester ganjil tahun 2026 ini adalah 57 orang, naik lebih lima kali lipat. Alhamdulillah dan semoga terus berkembang bagi bangsa,” ujar Prof Tjandra. *