Opini

Gebrak dan Destar

Oleh : luska - Jum'at, 02/12/2022 10:46 WIB

Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama (Senior Advisor APCAT, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara)

Saya berfoto bersama Bupati Klungkung pada pembukaan pertemuan ke 7 “Asia Pacific Summit  of Mayors” yang diselenggarakan oleh “APACT – Asia Pacific Citi Alliances for Health and Development” pada 1 Desember 2022. Pada acara ini Bupati Klungkung menerima  “World No Tobacco Award” 2022 dari WHO. Saya senang mendengarnya karena saya juga pernah menerima “World No Tobacco Award” dari WHO, tetapi sudah lama sekali, di tahun 1999. Jadi sudah lebih 20 tahun kita berjuang dalam pengendalian masalah merokok di Indonesia, walaupun memang hasilnya belumlah maksimal. Data “GATS - Global Adult Tobacco Survey” menunjukkan bahwa perokok Indonesia meningkat dari 61.4 juta di tahun 2011 menjadi 70.2 juta di tahun 2021. Jadi di negara kita ada peningkatan sekitar 1 juta perokok dalam setahun. 
Ini sangat ironis dengan data dunia dimana perokok terus turun. Antara tahun 2007 dan 2019 perokok dunia turun dari 22.7% menjadi 17.5%, dimana perokok pria dunia turun dari 37.5% menjadi 29.6%, dan perokok wanita dunia juga turun dari 8.0% menjadi 5.3%, sementara di negara kita angkanya malah naik padahal kita tahu merokok membahayakan kesehatan.

Bupati Klungkung memperkenalkan istilah “GEBRAK”, Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok, sementara di foto ini saya dan Pak Bupati mengenakan Destar di kepala. Walikota Denpasar menggunakan juga istilah destar ini untuk pengendalian merokok, “DESTAR”, Denpasar Sehat Tanpa Asap Rokok.

Semoga pengendalian merokok di negara kita dapat terus digalakkan, demi kesehatan anak bangsa.

 

Artikel Terkait