Tanah Datar, INDONEWS.ID --- Kabupaten Tanah Datar Berduka akibat terjadinya banjir Bandang yang berasal dari lahar Dingin Gunung Marapi, Akibatnya 8 orang tewas dan 12 orang warga masih belum ditemukan sampai berita ini diturunkan
Pencarian korban dilakukan menggunakan alat berat bersama TNI Polri, Relawan, dan dibantu warga ujar Kadis Kominfo Tanah Datar Yusrizal
Sementara korban yang terdaftar di posko utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar tercatat sebanyak 8 korban dinyatakan meninggal dunia dan 12 orang masih dinyatakan hilang.
20 korban tersebut meliputi Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto sebanyak 3 orang dalam keadaan meninggal dunia 5 orang hilang, Nagari Limo Kaum 2 orang meninggal dunia 1 orang masih dinyatakan hilang, Nagari Parambahan 2 orang meninggal dunia 4 orang hilang, Rambatan 1 hilang 1 meninggal dunia, dan satu orang masih belum diketahui karena hanya ditemukan potongan kaki korban.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Tanah Datar fokuskan pencarian korban bencana banjir bandang yang melanda daerah tersebut
Sebelumnya , Bupati Tanah Datar Eka Putra telah memberikan kepada seluruh masyarakat sebagai berikut :
1. Jauhi daerah bantaran sungai, terutama yang berhulu dari Puncak Marapi.
2. Seluruh Satgas PB Nagari dan Pemerintahan Nagari diminta membantu proses evakuasi dan penyelamatan di wilayah masing-masing dan langsung melaporkan kondisi terkini ke camat.
Wali Nagari diminta menetapkan dan mempersiapkan titik-titik pengungsian, kita buat dapur umum untuk warga terdampak.
Ini saatnya kita menunjukkan bahwa kita semua bersaudara, bahu membahu bekerjasama ketika saudara terkena musibah.
Camat diminta berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak untuk menghimpun data. Segera himpun data kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, rumah warga, termasuk korban jiwa dan hewan ternak.
3. Pemkab Tanah Datar membuka Posko Tanggap Darurat di Pusdalops BPBD Tanah Datar, posko bantu di seluruh kantor camat terdampak.
4. Mari kita berdoa agar Allah SWT senantiasa melindungi kita dari ancaman bahaya bencana Erupsi Gunung Marapi. Imam masjid dan ulama kami minta untuk memandu masyarakat berdoa bersama.
5. Pemerintah kabupaten dan Forkopimda terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan segala pihak untuk penanganan bencana banjir yang terjadi di Tanah Datar.
6. Semua diminta menjaga suasana tetap kondusif, jangan menyebarkan berita hoax, tidak terpancing oleh informasi yang tak jelas sumbernya, serta selalu memperhatikan arahan dari pihak yang berwenang.(M.Datuk)