Opini

Cakada Sebelum Terpilih, Perlukah di Asessment Narkotika

Oleh : luska - Rabu, 26/06/2024 07:20 WIB

Oleh: Slamet Pribadi.

Kepala Daerah adalah pemimpin yg mempunyai tanggung jawab kepada Negara, Pemerintah Pusat, Rakyat, dan yg paling penting adalah bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menjadi sosok Kepala Daerah diperlukan  mental yg baik dan jujur  dalam mengelola Pemerintahannya di daerah. Oleh karena itu dibutuhkan niat dan otak yg jernih di dalam memimpin. Antara niat dan perintah dari otak kepada seluruh tubuh harus selaras. 

Pecandu Narkotika, yg mengalami kecanduan berat, diduga sering miss persepsi dalam menerima suatu informasi, termasuk implementasinya, suka sensitip, bisa juga suka manipulatip.  Karena menurut beberapa sumber, otak pecandu narkotika terganggu oleh zat dalam narkotika tersebut. 

Bila seorang pemimpin daerah mengalami kecanduan narkotika, dan kebetulan memiliki karakter pecandu yg diduga sering manipulatip, maka model kepemimpinannya sangat membahayakan secara fisik maupun secara administratif. 

Yg terjadi adalah sang pemimpin daerah ada kecenderungan berperilaku koruptip. Negara, daerah dan rakyat akan menderita kerugian besar.

Para pihak yg berkepentingan seperti KPU, Kemenkes, BNN,  harus segera menaruh perhatian atas hal ini, dari sejak dini para Calon Kepala Daerah selain diharuskan melengkapi persyaratan administratif, asesment harta kekayaan, politik dll, juga harus diberikan asessment Narkotika oleh para Ahli Adiksi Narkotika dari Instansi yg berwenang.

Mengelola negara ini bukan hanya soal administratif, hukum, sosial dll, tapi juga soal karakter manusia khususnya yg kecanduan narkotika. Pemangku Kebijakan Publik di tidak boleh kecanduan narkotika, haram hukumnya.

Artikel Terkait