Daerah

Sapa Nelayan dari Dekat, DPP HMNI Berkunjung ke Kampung Cimandiri Laut Lebak

Oleh : very - Selasa, 13/08/2024 14:47 WIB


Mikael Mali, Program Leader dari Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) (ketiga dari kiri) bersama rombongan dalam kunjungan bersama rombongan ke kampung Cimandiri Laut di Kabupaten Lebak, pada Minggu (11/8). (Foto: Ist)

Lebak, INDONEWS.ID - Nelayan Indonesia merupakan satu kelompok masyarakat yang masih terbelit dalam masalah kehidupan sehari-hari. Kehidupan mereka sangat bergantung pada alam laut. Ketika alam laut tidak bersahabat, mereka tidak banyak menangkap ikan. Namun, ketika lautnya bersahabat, dan tangkapan ikan banyak, maka tidak banyak orang membeli hasil tangkapan mereka.

Hal itu dikemukakan oleh Mikael Mali, Program Leader dari Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), dalam kunjungan bersama rombongan ke kampung Cimandiri Laut di Kabupaten Lebak, pada Minggu (11/8).

Kunjungan ini merupakan kegiatan perdana dari program HMNI, yang mengusung tema “Sapa Nelayan Nusantara, Menjaring Aspirasi.”

Cimandiri Laut adalah satu kampung nelayan yang terletak di pesisir selatan Provinsi Banten. Di kampung ini, terdapat 240 nelayan yang tercatat secara resmi menjadi anggota HMNI, yang ditandai dengan kartu tanda anggota.

Kondisi kampung yang menghadap ke Samudra Indonesia tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi para nelayan. Alur laut lepas yang sangat ekstrem sangat mengganggu upaya mereka dalam menangkap ikan.

Selain kondisi alam, para nelayan juga menghadapi masalah pemasaran hasil laut mereka. Mereka telah menghadapi masalah itu selama berpuluh-puluh tahun dan belum ada jalan keluarnya.

Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak juga tidak memiliki program atau kegiatan jelas untuk membantu masyarakat nelayan. Di lain pihak, masyarakat nelayan memiliki masalah terkait dengan pemasaran, ketersediaan bahan bakar, dan teknologi pascapanen yang memungkinkan hasil tangkapan mereka bisa bertahan lebih lama.

“Harga bahan bakar semakin mahal. Ditambah dengan hasil penjualan yang tidak bagus, hal itu sangat memberatkan keadaan para nelayan,” kata Mikael.

Untuk itu, kata Mikael, HMNI akan menyapa nelayan di berbagai tempat, untuk lebih menyelami permasalahan mereka. “HMNI bertujuan untuk membantu para nelayan keluar dari kesulitan mereka. Kami ingin agar pemerintah daerah, khususnya dinas perikanan memberhatikan kebutuhan para nelayan. Kami akan menjadi penghubung mereka dengan pemerintah,” kata Mikael lebih lanjut.

(Bersama Hj. Lista Hurustiati, SH, MH, di rumahnya. Foto: Ist)

Dia mengatakan, kunjungan kali ini merupakan kali perdana. “HMNI berencana untuk menyapa sejumlah kelompok nelayan dalam waktu setengah tahun ini hingga Desember 2024. Lokasi yang direncanakan tersebar di beberapa tempat di Jawa, Sumatera, Bangka, Flores dan Maluku Utara,” lanjutnya.

HMNI merupakan satu organisasi yang memberi perhatian khusus pada peningkatan kesejahteraan para nelayan. HMNI, kata Mikael, akan terus melakukan peningkatan kapasitas dengan memberi pelatihan dan edukasi. Para nelayan perlu dibekali dengan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkunan, manajemen usaha perikanan yang efisien, dan pemasaran.

 

Didukung Tokoh Lebak

Program HMNI tersebut juga mendapat dukungan dari seorang tokoh Lebak. Dukungan itu diberikan dalam kesempatan kunjungan perdana. Dukungan itu diberikan oleh Hj. Lista Hurustiati, SH, MH, dalam satu pertemuan di rumahnya.

Tokoh yang merupakan seorang pengacara dan politisi itu sangat ingin melihat kesejahteraan nelayan, terutama di kampung Cimandiri Laut. “Saya sangat ingin agar para nelayan Cimandiri Laut hidup aman, nyaman dan sejatera,” katanya.

Ia mengatakan bahwa dirinya siap mendukung semua program yang akan direalisasikan oleh DPP HMNI. Dukungan itu sangat penting mengingat 90% warga Cimandiri Laut adalah nelayan.

Karena itu, Mikael Mali, selaku Program Leader HMNI menyematkan topi HMNI, kepada Hajjah Lista Hurustiati. Hal tersebut merupakan tanda dukungan moril dan materil yang diberikan oleh ibu kelahiran Cimandiri Laut itu. *

Artikel Lainnya