Opini

Keanggunan dan Keagungan Spiritual

Oleh : luska - Jum'at, 06/09/2024 07:40 WIB


Penulis : IzHarry Agusjaya Moenzir (Wartawan Senior)

Jakarta, INDONEWS.ID - Tertegun. Tersentuh. Terpelongo aku melihat Misa Kudus yang diberikan oleh Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno. Terasa bagiku keindahan dari wujud kepatuhan dan ketaatan.

Ternyata di dunia yang penuh kebohongan ini, masih ada suatu yang kudus. Dan yang kudus itu dipertontonkan terbuka kepada dunia. Well, kepada Indonesia khususnya. 

Rupanya masih banyak orang yang tulus dan bajik di negara ini. Mereka berkumpul dengan khidmat di tengah keporakporandaan yang selalu terjadi di tanah ini. Aku merasa aneh. Ternyata bangsa ini juga dapat menunjukkan keadaan hening, khusyuk, dan tenang. 

Dalam konteks ini, khidmat itu kuresap dan kuserap sebagai sikap serius, patuh, dan penuh hormat.  Aku tak melihat wajah amarah di tengah kerumunan itu.

Tak ada mata yang kuyu, tak ada sikap yang gelisah. Juga tak terlihat raut para penderita. Tiada kesedihan, tiada kemiskinan, tiada kekecewaan. dan tiada ketakutan.  Artinya: semua berlapang dada. 

Ini membuat aku lega. Akhirnya kutemui juga warga masyarakat Indonesia yang bahagia. Berada di dekat Jorge Mario Bergoglio yang kini lebih dikenal sebagai Paus Fransiskus, mereka merasa seperti di dekat Tuhan. Mereka menyiratkan wajah damai, kebersamaan kolektif dalam keanggunan dan keagungan. 

Lebih jauh, aku melihat disiplin yang tinggi di tengah-tengah umat Katolik. Tak ada sengketa, tak ada perbedaan, tak ada khianat, tak ada angkara, dan tiada perpecahan antara mereka. Mereka satu di bawah payung Kristus. 
Aku cemburu.

Artikel Lainnya