Nasional

Amankan VVIP saat Pelantikan Presiden-Wapres, TNI Siapkan Sniper dan Anti-drone

Oleh : donatus nador - Jum'at, 18/10/2024 12:54 WIB


Pergantian rezim dari Jokowi ke Prabowo Subianto tinggal dua hari lagi, yaitu apa 20 Oktober 2024. Foto dok/TNI

Jakarta, INDONEWS.ID-Pergantian rezim dari Jokowi ke Prabowo Subianto tinggal dua hari lagi, yaitu apa 20 Oktober 2024.

Untuk mengamankan berlangsungnya prosesi pelantikan presiden-wakil presiden Markas Besar TNI telah menyiapkannya secara matang.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan, untuk mengamankan pelantikan dan para tamu negara VVIP, pihaknya telah
membentuk 10 satuan tugas (satgas).

"Satgas ini tergabung dalam Komando gabungan terpadu pengamanan (Kogabpadpam) VVIP pada acara pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024," kata Agus.

Agus Subiyanto menyampaikan itu kepada awak media usai memimpin apel gelar pasukan dan alutsista untuk Operasi Pengamanan VVIP Pelantikan Presiden-Wapres di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (18/10).

Diketahui,vPrabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diambil sumpahnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024–2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada 20 Oktober 2024.

Dalam acara itu, Panglima TNI menyebut ada 36 kepala negara/kepala pemerintahan yang bakal hadir.

“Kegiatan ini bukan hanya acara kenegaraan biasa, melainkan simbol kelangsungan demokrasi dan kedaulatan bangsa Indonesia,"

Karena itu Panglima berharap para prajurit mewaspadai kemungkinan munculnya ancaman sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan operasi pengamanan VVIP.

Dia menyebut satgas-satgas itu ditempatkan dalam ring-ring pengamanan, mulai dari Ring 1 yang melekat kepada para VVIP.

"Yaitu presiden dan wakil presiden serta tamu negara, kemudian Ring 2 di lokasi acara pelantikan, dan Ring 3 di luar dan sekitar lokasi acara pelantikan," ujarnya saat jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

“Semua kami kerahkan untuk pengamanan VVIP untuk Ring 1 dari Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) lengkap dengan sniper dan anti-drone, dan Ring 2, Ring 3 (dijaga) pasukan TNI dan kepolisian,” sambung Panglima TNI.

Satgas-satgas, dia menjelaskan, khusus dibentuk untuk pengamanan VVIP acara pelantikan presiden-wapres.

Satgas terdiri atas Satgas Pengamanan Wilayah Jakarta (Kodam Jaya), Satgas Pengamanan VVIP (Paspampres), Satgas Pasukan Khusus (Komando Operasi Khusus TNI), Satgas Penerangan (Pusat Penerangan TNI), Satgas Medis (Pusat Kesehatan TNI).

Juga ada Satgas Intelijen (BAIS TNI), Satgas Laut (Komando Armada I TNI AL), Satgas Udara (Komando Operasi Udara I TNI AU), Satgas Komunikasi dan Elektronika (Satkomlek TNI), dan Satgas Siber (Satsiber TNI).

"Kesepuluh satgas itu dikendalikan oleh Kogabpadpam VVIP yang dipimpin oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Rachmad Jayadi," tandanya.

Diketahui, operasi pengamanan VVIP untuk acara pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung selama sepekan, yaitu pada 17–23 Oktober 2024.

Rangkaian operasi mencakup persiapan, simulasi taktik, apel gelar pasukan, geladi kotor, geladi bersih, dan operasi pengamanan.

Panglima TNI menyebut prajurit yang dikerahkan untuk keseluruhan operasi pengamanan ada 100.000 orang.

"Termasuk di dalamnya 24.000 personel lebih yang tergabung dalam Kogabpadpam VVIP," pungkasnya.

Artikel Lainnya