Olah Raga

Bahrain Klaim Terancam Main di Indonesia, Netizen: Iran Luncurkan Rudal tapi Aman

Oleh : donatus nador - Sabtu, 19/10/2024 11:35 WIB


Netizen Indonesia sangat pedas namun cerdas dalam memberikan tanggapan terkait sikap Timnas Bahrain yang menolak bermain di Gelora Bung Karno pada laga tandang mereka, Maret 2025 nanti. Foto ilustrasi
Netizen Indonesia sangat pedas namun cerdas dalam memberikan tanggapan terkait sikap Timnas Bahrain yang menolak bermain di Gelora Bung Karno pada laga tandang mereka, Maret 2025 nanti. Foto ilustrasi

Jakarta, INDONEWS.ID--Netizen Indonesia sangat pedas namun cerdas dalam memberikan tanggapan terkait sikap Timnas Bahrain yang menolak bermain di Gelora Bung Karno pada laga tandang mereka, Maret 2025 nanti.

Bahrain mengklaim bahwa nyawa mereka terancam jika bermain di Indonesia karena suporter Timnas Indonesia bisa saja melakukan aksi tidak terpuji.

Bahkan klaim Bahrain tidak main-main. Hal itu terbukti dengan melayangkan surat resmi kepada AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia)
melalu Asosiasi Sepak Bola Bahrain (FA Bahrain).

Dalam surat yang disampaikan pada Rabu (16/10), FA Bahrain meminta AFC agar laga Timnas Garuda vs Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 digelar di luar Indonesia atau di tempat netral.

Ada pun alasan Bahrain meminta pemindahan venue ke tempat netral adalah demi keselamatan tim dari ancaman suporter Indonesia.

Tidak lama setelah permintaan itu dirilis, AFC langsung merespons protes Bahrain. Sikap Bahrain dan AFC ini menyulut amarah netizen Indonesia.

Berbagai tanggapan pedas, cerdas dan sindir pun dialamatkan ke AFC dan FA Bahrain.

Menurut netizen, jika bicara kondisi tidak aman, Indonesia tidak apa-apanya dibanding Iran yang melakukan serangan kepada Israel.

"Iran meluncurkan rudal (ke Israel), tetapi Iran aman," komentar Netizen sembari melanjutkan bahwa jika penggemar Indonesia menunjukkan kemarahan terhadap Bahrain, itu berawal dari keputusan wasit.

Karena itu, para netizen menilai, alasan tidak nyaman yang dilontarkan Bahrain mengada-ada.

"Benar-benar omong kosong. Nol risiko bagi Bahrain, dan Indonesia berhak memainkan pertandingan kandang mereka di Jakarta. Ini komplain yang sangat bodoh!" kata netizen lainnya.

Sementara netizen lainnya, coba mengaitkan profil Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa terkesan tidak netral.

Respons AFC sangat lamban menanggapi laporan Timnas Indonesia soal wasit Ahmed Al Kaf yang kontroversial saat pertandingan Bahrain vs Indonesia.

"Setelah Bahrain mengeluarkan protes Anda sangat cepat merespons `ambil alih keprihatinan ini` tapi ketika wasit memperlakukan Indonesia dengan tidak adil Anda diam saja seakan tidak terjadi apa-apa," protes netizen.

Karena perlakuan berbeda ini, lantas warganet menilai kalau Bahrain merupakan anak emas AFC.

"Berat banget kalau lawannya udah anak papah AFC. Ini mah bisa-bisa pindah venue/tanpa penonton," ujarnya.

Karena itu para netizen meminta keadilan dan memperhatikan sejumlah pertandingan kandang Indonesia seperti saat menjamu Irak hingga Australia.

Netizen juga menyinggung soal Timnas Merah Putih yang gagah berani bertandang ke Bahrain setelah Iran melakukan serangan kepada Israel.

Diketahui, AFC merespons permintaan federasi Bahrain untuk melawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di tempat yang netral demi keselamatan tim.

Bahrain takut bermain di Indonesia menyusul hasil imbang 2-2 melalui cara yang kontroversial di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10/2024).

Kala itu, Al Lulu mendapat gol di menit ke-90+9, meski wasit cuma diberi 6 menit tambahan waktu.

Indonesia merasa kemenangannya dirampok wasit. Imbasnya, federasi Bahrain menjadi sasaran kemarahan netizen Indonesia yang membuat Bahrain takut bertandang ke Jakarta, 25 Maret 2025 nanti.

Artikel Lainnya