Jakarta, INDONEWS.ID -Militer Israel kian mengganas dalam operasi mengejar musuh-musuh yang mereka klaim sebagai kelompok teroris yakni anggota milisi Hamas.
Rumah Sakit Al-Awda di Gaza Utara mereka kepung karena yakin para milisi Hamas berlindung dan menggunakan RS sebagai tameng.
Dampaknya, rumah sakit sulit beroperasi secara normal. Pihak rumah sakit kini hanya bisa mengeluh karena pasokan medis dan makanan semakin menipis.
"Akibat pengepungan Israel yang terus berlanjut, persediaan bahan bakar pun hampir habis," kata direktur rumah sakit Mohamed Saleha, dikutip dari Anadolu, Rabu (23/10).
"Kami hidup di bawah pengepungan total, karena penjajah Israel telah memperketat cengkeraman pada rumah sakit sejak Senin. Staf medis tidak dapat bergerak atau menerima bantuan eksternal,” sambungnya.
Mohamed Saleha mengatakan semua persediaan obat-obatan dan makanan telah habis, bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan departemen-departemen vital hampir habis.
"Ini dapat menyebabkan bencana nyata dalam beberapa hari ke depan jika pasokan tidak segera dikirim," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, area sekitar rumah sakit terus diserang oleh Israel, sehingga tidak mungkin bagi orang yang terluka untuk mencapai rumah sakit atau bagi siapa pun untuk keluar.
"Rumah sakit penuh dengan pasien yang membutuhkan perhatian medis mendesak, termasuk wanita yang baru saja melahirkan dan memerlukan perawatan pasca-persalinan," imbuhnya.
Saleha menggambarkan situasi di Gaza Utara sebagai "bencana," di tengah serangan terus-menerus, penembakan, dan tembakan dari tentara Israel di sekitar rumah sakit.
Dia mendesak organisasi internasional agar menghentikan kekejaman dan kejahatan genosida ini, serta memungkinkan masuknya obat-obatan, pasokan medis, dan makanan ke rumah sakit.
Diketahui, pada 6 Oktober, tentara Israel memulai melakukan serangan ke Gaza Utara, dengan alasan untuk mencegah Hamas kembali bangkit di wilayah tersebut.
Sementara warga Palestina menyatakan bahwa aksi Israel bertujuan untuk menduduki daerah itu dan mengusir penduduknya.
Tentara Israel terus melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sejak serangan Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.
Tidak hanya rumah sakit yang menjadi sasaran, lembaga PBB untuk pengungsian pun menjadi sasaran kekejaman Israel.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengecam serangan terbaru Israel terhadap badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza utara.
"Saya mengecam penembakan brutal dan penghancuran fasilitas @UNRWA," kata Joseph Borrell melalui platform X.
Joseph menggambarkan laporan dari Gaza utara sebagai "mengerikan,". Menurutnya, warga jadi korban penderitaan manusia akibat kelaparan buatan dan pengusiran paksa tidak dapat dibenarkan.
Borrell menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata darurat guna memungkinkan bantuan kemanusiaan dan jalur aman bagi warga yang mengungsi di dalam wilayah tersebut.
"Pengamat internasional dan media harus diberikan akses," pungkasnya.