Jakarta, INDONEWS.ID - Tentara Israel Defense Forces (IDF) dilaporkan mulai merangsek masuk wilayah Lebanon dan menduduki dua kawasan perbatasan, yakni Kfar Killa dan Khiam, pada Selasa (3/3).
Dilansir AFP, operasi darat ini dimulai tak lama setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan pasukannya untuk merebut sejumlah titik kontrol strategis di sepanjang perbatasan Lebanon.
Seorang sumber militer Lebanon mengatakan kepada AFP bahwa pasukan Israel menyerbu dari arah Kfar Killa dan dataran Khiam yang berada di sepanjang garis perbatasan Lebanon–Israel. Meski berbatasan langsung dengan Israel, kedua wilayah tersebut berada di sisi teritorial Lebanon.
Sumber tersebut memperkirakan langkah Israel ini bertujuan membentuk garis batas baru guna melindungi wilayahnya dari kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon selatan.
Pihak Israel sendiri telah memberikan penjelasan terkait manuver militer tersebut. Mereka menyatakan operasi ini dimaksudkan untuk menciptakan batas yang jelas antara warga Israel dan apa yang mereka sebut sebagai “ancaman”.
“Praktiknya, Komando Utara sudah bergerak maju. Mengambil alih kawasan, dan menciptakan batas yang kita janjikan, antara penduduk kami dan beragam ancaman,” ujar juru bicara IDF, Brigjen Effie Defrin.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun respons lanjutan dari pemerintah Lebanon atas operasi darat tersebut. Situasi di perbatasan Lebanon–Israel pun dilaporkan masih tegang menyusul eskalasi militer terbaru ini.*