Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kejahatan narkoba yang saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan intelijen berkualitas untuk mengintensifkan pemberantasan narkoba.
Deputi Pemberantasan BNN I Wayan Sugiri mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengintensifkan upaya pemberantasan guna menghadapi kejahatan narkotika yang saat ini semakin kompleks.
"Keberhasilan kami dalam memberantas narkoba sangat bergantung pada kualitas intelijen yang kami miliki," ujar Wayan dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/10).
Menurut dia, alah satu komitmen BNN dalam mencetak intelijen berkualitas dilakukan melalui Pelatihan Pembentukan Petugas Intelijen BNN.
Terkait itu, pelatihan telah digelar sejak 7 hingga 21 Oktober 2024 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Jawa Barat.
"Pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis BNN dalam merespons tingginya ancaman jaringan narkotika di Indonesia maupun dunia," ujarnya.
Diketahui, prioritas Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom pada tahun 2024, PPSDM BNN adalah menggelar berbagai pelatihan peningkatan SDM dalam bidang intelijen.
Dia berharap seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membongkar jaringan narkotika, melindungi masyarakat, dan mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.
Wayan juga berpesan agar para peserta dapat mengimplementasikan berbagai ilmu yang telah didapatkan.
"Baik dari para pengajar Direktorat Intelijen BNN maupun Pusat Pendidikan Intelijen Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dengan sebaik-baiknya," katanya.
"Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas intelijen dalam membongkar jaringan narkotika dengan lebih cepat dan efektif," imbuhnya.
Lebih jauh dia memaparkan, terdapat lima strategi utama BNN dalam memberantas narkoba, yaitu penguatan kolaborasi, penguatan intelijen, penguatan wilayah pesisir dan perbatasan, penguatan kerja sama dengan negara perbatasan, serta pendekatan ikonik dan tematik.
"Dengan pelatihan, BNN berharap para peserta dapat menguasai berbagai teknik pengumpulan informasi, analisis intelijen, serta menjalankan operasi yang efektif," katanya.
Pihaknya berharap dengan semakin kuatnya kapasitas intelijen, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia dapat semakin efektif.