Internasional

270 Anak Palestina Ditahan di Penjara-penjara Israel, UNRWA Sebut Gaza Serupa Kuburan

Oleh : donatus nador - Kamis, 21/11/2024 12:53 WIB


Komisi Urusan Tahanan Palestina mengklaim bahwa sekitar 270 anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel dengan kondisi yang memprihatinkan. Pernyataan itu bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia. Foto dok AFP

Palestina, INDONEWS.ID - Komisi Urusan Tahanan Palestina mengklaim bahwa sekitar 270 anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel dengan kondisi yang memprihatinkan. Pernyataan itu bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia.

Komisi tersebut menyebutkan bahwa angka itu tidak termasuk anak-anak di bawah umur yang ditahan oleh tentara Israel di Jalur Gaza.

Komisi tersebut juga mengungkapkan adanya kesaksian mengenai penyiksaan terhadap anak-anak Palestina oleh petugas penjara Israel.

“Israel terus menahan tidak kurang dari 270 anak, yang sebagian besar berada di penjara Ofer dan Megiddo, serta di kamp-kamp yang didirikan oleh tentara pendudukan setelah perang Gaza,” kata pernyataan itu.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Hari Anak Sedunia juga mengungkapkan hal serupa.

Philippe Lazzarini menyebutkan, Jalur Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak di tengah serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah tersebut.

Israel melancarkan perang genosida terhadap Jalur Gaza setelah serangan Hamas tahun lalu. Akibatnya, hampir 44.000 orang tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 104.000 orang.

“Gaza telah menjadi kuburan bagi anak-anak. Mereka dibunuh, terluka, dipaksa melarikan diri, dan terampas dari rasa aman, kesempatan untuk belajar, dan bermain,” ,ujar Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (20/11).

Lazzarini mengatakan bahwa dunia telah berkomitmen untuk menghormati dan menegakkan hak-hak anak dengan mengadopsi Konvensi Hak Anak tiga dekade lalu.

“Hari ini, hak-hak anak Palestina dilanggar setiap hari. Mereka telah dirampas masa kecilnya dan hampir menjadi generasi yang hilang karena mereka kehilangan satu tahun ajaran lagi,” lanjut Lazzarini.

Unggahan Lazzarini disertai foto dua anak yang tampak lelah di Gaza mengenakan pakaian compang-camping. Gambar tersebut, diambil di sekolah yang dijalankan oleh UNRWA yang diubah menjadi tempat penampungan bagi keluarga pengungsi.

Foto-foto itu menggambarkan penderitaan yang dialami anak-anak Palestina karena pendidikan dan keselamatan mereka terganggu oleh perang Israel.

Kepala UNRWA itu juga menyebutkan bahwa anak-anak Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat juga hidup dalam ketakutan dan kecemasan.

“Sejak Oktober tahun lalu, lebih dari 170 orang tewas di sana, sementara yang lainnya kehilangan masa kecil mereka di pusat penahanan Israel," ujarnya.

"Wilayah Palestina yang diduduki bukan tempat bagi anak-anak. Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik, mereka pantas mendapatkan perdamaian, keadilan, dan masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Tahun kedua genosida di Gaza semakin mendapat pengakuan internasional, dengan banyak tokoh dan lembaga yang menyebut peristiwa tersebut sebagai upaya sengaja untuk memusnahkan suatu populasi.

Israel kini menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mematikan yang dilancarkannya terhadap Gaza.

“Kejahatan sistematis dilakukan oleh administrasi penjara terhadap anak-anak yang ditahan, termasuk pemukulan, penyiksaan, dan pelecehan yang terjadi setiap hari,” tambahnya.

Artikel Lainnya