Jakarta, INDONEWS.ID- Bentrok antara Semen Padang versus Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim, Padang, Minggu (15/12) mulai pukul 15.30 WIB sore ini berakhir tanpa ada gol yang tercipta alias imbang 0-0.
Ada hal menarik dari laga lanjutan Liga 1 2024-2025 pekan ke-15 ini. Yakni bertemunya dua pasukan dengan status peringkat klasemen yang berjarak cukup jauh.
Persebaya Surabaya datang ke markas Kabau Sirah -julukan Semen Padang- berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1, mengoleksi 33 poin dari 14 pertandingan.
Sementara Kabau Sirah hanya bertengger di peringkat ke-14 dengan mengoleksi 9 poin dari 14 pertandingan.
Jarak peringkat yang begitu jauh, identik dengan level kualitas bermain yang berbeda pula. Persebaya ada pada level aras, sedangkan Semen Padang ada pada level bawah.
Meski level kualitas berbeda, namun Persebaya susah menaklukkan Kabau Sirah. Tercatat, tiga pertemuan kedua tim, selalu berakhir dengan hasil imbang.
Sebelumnya, Persebaya dan Semen Padang pernah bersua dua kali di era Liga 1, yakni pada musim 2019. Pada laga 28 Juli 2019 keduanya raih hasil imbang 0-0.
Pada pertandingan 28 November 2019, keduanya juga imbang 1-1. Pertandingan kali ini juga meraih hasil imbang 0-0.
Hadir sebagai tim peringkat pertama, tidak menjamin skuad berjuluk Bajul Ijo atau Green Force itu mudah membobol gawang tuan rumah.
Bermain di Stadion Haji Agus Salim, barisan pertahanan Persebaya dibuat kerepotan dengan serangan yang dilancarkan Bruno Dybal cs.
Gawang Ernando Ari Sutaryadi berulangkali terancam. Tercatat setidaknya ada tiga kali Ari melakukan penyelamatan di babak pertama.
Nah, Persebaya malah tak banyak memiliki peluang gol. Serangan yang dibangun Bruno Moreira dkk masih belum mampu membongkar pertahanan tim tuan rumah.
Semen Padang kembali melancarkan serangannya pada babak kedua. Peluang emas kembali didapat di awal babak kedua, namun belum beruntung.
Persebaya kemudian melakukan serangkaian serangan. Pada menit ke-60, Mohammad Rashid mengirimkan umpan kepada Francisco Rivera yang berada di dalam kotak, tetapi bola sepakan Rivera melambung.
Alih-alih beruntung, upaya Persebaya malah berujung puntung. Pada menit ke-67, Ardi Idrus diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Gala Pagamo.
Tangan kirinya dengan sengaja memukul Pagamo yang sudah tidak memegang bola. Wasit membatalkan kartu kuning yang sebelumnya diberikan dan menggantinya dengan kartu merah setelah pengecekan VAR.
Akibat petaka ini Persebaya hanya bermain 10 orang. Pelatih Paul Munster melakukan pergantian pemain. Dia memasukkan pemain bertahan Riswan Lauhin untuk menggantikan Malik Risaldi.
Upaya ini cukup aman untuk mengakhiri pertandingan dengan hasil 0-0. Dengan hasil ini, Persebaya masih berada di puncak klasemen dengan 34 poin. Sedangkan Semen Padang FC di peringkat ke-15 dengan 10 poin.