Jakarta, INDONEWS.ID - Ikut kejuaraan tak selalu mengejar tropi, banyak alasan jadi peserta kejuaraan, ada yang mengisi waktu luang, ada pula yang mencari pengalaman. Seperti Anisa pelajar kelas 8 yang ikut kejuaraan catur cepat Bassura Chess Club, di mal Bassura, Jakarta Timur.
Bagi Anisa ini pengalaman pertama ikut kejuraan catur, selama ini ia hanya latih tanding dengan komputer, lewat aplikasi yang menyediakan permainan catur. Remaja berparas manis ini, enggan mengatakan kenapa ia suka dengan permainan bidak catur, ia hanya berkata "suka aja main catur", imbuhnya.
Di babak pertama, remaja yang mengenakan kacamata dan berhijab hitam ini bertanding melawan bapak 2 anak, ia tak terlihat canggung memindahkan bidak hitam di papan catur. Namun masih ada beberapa kesalahan dalam memindahkan bidaknya, seperti saat Menteri didesak lawan, ia memindakan tapi persis dibelakang bidak Menteri ada Ratu yang seharus ia lindungi.
Kesalahan itu pun dimaklumi lawannya, yang mengisyaratkan lewat telunjuknya, bidang kotak Menteri sejajar dengan Ratu. Langkah pun diulang Anisa, ia pun terpaksa merelakan Menteri-nya ditelan gajah putih milik lawannya.
Kekalahan pertama Anisa di kejuaran catur cepat non master, usai bertanding ia mengatakan, saat bertanding ia tak ragu sediktpun meski lawannya punya pengalaman bertanding lebih banyak dibanding dirinya. Kesalahan yang dilakukan karena tekanan waktu, saat itu ia kalah beberapa menit dalam memindahkan bidak dari lawannya.
Meski dilihat dari pengalaman bertanding jauh dibawah lawannya, namun ia tak gentar menghadapinya di meja catur. Ia sudah mempersiapkan mental untuk ikut kejuaraan ini, dan Anisa sendiri tak mengira bakal dapat lawan pertama yang pengalamannya jauh di atas dia.
Dikatakan, dirinya belajar main catur secara mandiri, Anisa sering menyaksikan pertandingan catur kelas dunia lewat youtube. Dari situlah keinginan menguasai permainan catur timbul, dan ia pun mulai belajar mengenal langkah bidak dan bertanding melawan komputer.
Menurutnya, setiap hari ia berlatih catur paling sedikit satu jam, seusai pulang sekolah. Kesukaan dirinya dengan permainan catur didukung orangtua, saat di kejuaraan catur cepat tampak ibunya menyaksikan Anisa bertanding.
Anisa ingin lebih mendalami permaninan catur, namun ia belum memiliki club guna membinbingi dirinya di permainan catur. Meski keinginan menguasai catur kuat, namun Anisa masih berlatih secara mandiri belum ada yang membimbingnya. Semoga di kejuaraan ini, Anisa mendapat bimbingan baik dari pemain senior maupun ada club yang merekrutnya.