Jakarta, INDONEWS.ID - Klub motor dekat dengan pertarungan atau duel, demi menjaga kedamaian di negeri yang sedikit kisruh, Saiya Camp menggelar Street Fight volume ke-3. Di edisi ini penyelenggara menggandeng komunitas motor terjun du kejuaraan tersebut guna meraih medali dan uang puluhan juta rupiah.
Di kawasan Ring-1 Jakarta, tak jauh dari tugu Monas, ring tinju jalanan ditempatkan di lokasi kuliner paling strategis di kawasan jalan Thamrin. Meski masih dalam tahap pembangunan di bagian depan, namun jajaran kios kuliner ada di sana termasuk ring tinju yang digunakan untuk kejuaraan tersebut
Rahman Husin atlet Muaythai profesional penggagas acara tersebut mengatakan, selama ini kita tahu komunitas motor itu suka tawuran atau berkelahi di jalanan. Untuk itu pihaknya hadir untuk merangkul mereka untuk tak lagi berkelahi di jalanan, kami sediakan wadahnya.
Menurutnya, anggota komunitas motor punya talenta yang baik, maka kita rangkul semua dan kita berikan wadah profesional. Kita tidak melihat menang atau kalah tapi kami melihat talenta baru di ajang ini.
"Anak-anak otomotif dicap orang adalah anak yang berkelakuan jelek, kita wadahi dengan yang profesional mereka terlihat membanggakan", papar Rahman atlet muaythai profesional yang juga penggemar otomotif.
Konsep gelaran Saiya Camp memang berbeda dengan kejuaraan lainnya, di Saiya lebih menekankan entertaint (hiburan) sementara lainnya murni laga. Dan ajang ini juga disesuaikan dengan anak motor yang suka entertaint, meski pertandingannya sesuai aturan yang berlaku.
Maka di Saiya Camp kali ini pihak penyelenggara menggabungkan pertandingan profesional dengan hiburan. "Saya ingin laga di sini lebih brutal lagi dari segi laga dan lebih menghibur lagi dari segi penampilan", tambahnya.
Untuk itu, setiap atlet yang naik ke atas ring bebas menggunakan celana jean bukan celana yang biasa digunakan di laga street fighter pada umumnya. Memakai sepatu kets tapi mereka bertanding secara profesional.
Meski demikian dari segi keamanan atlet penyelenggara sangat memperhatikan itu, pertandingan yang mereka gelar sudah dinaungi asosiasi profesional yaitu Aoki yang mengawasi gelaran ini. Aoki punya regulasi untuk keamanan atlet yang bertanding, maka wasit laga dari asosiasi tersebut guna menghindari kecurangan.
Dikatakan, pihaknya menggelar Saiya Camp volume 3 dilakukan seprofesional mungkin meski yang berlaga anak-anak motor yang belum lama mengenal pertandingan street fighter. Pihaknya menggelar 26 partai, 20 amatir sisanya adalah laga antar atlet profesional.
Menurutnya, laga profesional juga digelar guna membangkitkan gairah para atlet amatir bertekad seperti atlet profesional, dan berambisi menjadi atlet profesional seperti mereka yang lebih dahulu mengenal olahraga tersebut.
Untuk itu, ia berharap, Saiya Camp bisa memberi dampak positif bagi komunitas motor dan tak lagi kisruh di jalanan, dan mereka hadir disini ada sisi itu tapi lebih profesional. Serta makin banyak fighter maka makin banyak peluang kita main di kancah nasional maupun internasional.