Jakarta, INDONEWS.ID - Kanwil DJP Jakarta Selatan II Bersama KPP Pratama Jakarta Cilandak
dan KPP Pratama Jakarta Jagakarsa menjalin kerja sama dengan Institut Bisnis dan Informatika
(IBI) Kosgoro 1957 dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka
(MBKM) Mandiri.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri adalah kebijakan inovatif yang diluncurkan
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mentransformasi sistem
pendidikan tinggi di Indonesia agar lebih otonom dan fleksibel. Kebijakan ini membekali mahasiswa
dengan pengalaman kerja langsung melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiencebased learning). Hal ini sejalan dengan salah satu bentuk experience-based learning yang
dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu Program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani), sehingga dijalankanlah integrasi Renjani – MBKM Mandiri.
Mahasiswa peserta MBKM Mandiri–Renjani dari IBI Kosgoro 1957 terdapat 29 mahasiswa yang
lolos seleksi, 15 mahasiswa dialokasikan di KPP Pratama Jakarta Jagakarsa, sedangkan
selebihnya dialokasikan di KPP Pratama Jakarta Cilandak untuk melaksanakan tugas. Dari
masing-masing KPP, telah ditunjuk satu pegawai untuk menjadi Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL).
“Program MBKM merupakan suatu program yang sangat bagus, maka dari itu Kanwil DJP Jakarta
Selatan II mendukung penuh implementasinya. Lebih dari itu, ada tanggung jawab moral yang
diemban oleh Kanwil dan KPP agar lulusan Renjani-MBKM Mandiri menjadi lebih unggul dari yang
lain.” Pungkas Neilmaldrin Noor, Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan II.
Turut serta dalam pembahasan, Muslimin, Kepala KPP Pratama Jakarta Cilandak. “Kami baru
pertama kali menjalankan program ini sebagai pembimbing di lokasi, sehingga perlu adanya
koordinasi yang matang terkait bagaimana program ini dijalankan dan hasil apa yang diharapkan
oleh Kampus terkait.”
Program MBKM Mandiri–Renjani diharapkan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa yang
mengikuti program ini. Sejalan dengan tujuan akhir, yaitu mengonversi pengalaman mahasiswa
selama mengikuti program menjadi nilai akademik untuk mata kuliah tertentu, maka kegiatan yang
dilakukan harus selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah tersebut. Oleh karena itu, unit alokasi tempat mahasiswa menjalankan program diharapkan dapat memberikan keterampilan perpajakan tambahan dan pengalaman yang lebih dibandingkan dengan Renjani pada umumny.