Pesta tujuh gol Les Parisiens (Orang Paris) di Roazhon Park dimulai oleh Neves pada menit ke-16, lalu disusul Goncalo Ramos dua gol, kemudian Doue, Mayulu dan ditutup Dembélé pada menit ke-85.
Jadi bisa dibayangkan sadisnya klub bernama lengkap Paris Saint-Germain Football Club itu membantai Stade Briochin. Rerata setiap 9 menit Dembélé dkk menari-nari merayakan gol.
Sisi lain sang lawan frustasi mengatasi serangan yang tak kenal ampun itu. Sekadar informasi, Stade Briochin tim dari divisi empat, terlalu jauh di bawah PSG di divisi utama Prancis.
Pencapaian Stade Briochin di musim ini boleh diacungi dua jempol sekaligus. Sebab, meski dari kasta bawah, di babak 64 besar, Stade Briochin sukses melibas Le Havre 1-0, tim Ligue 1.
Selanjutnya, torehan positif kembali mereka raih di babak 32 besar saat menyingkirkan tim divisi dua Annecy lewat adu penalti.
Penampilan mereka semakin mengancam ketika di babak 16 besar, mereka kembali tampil mengejutkan dengan mengalahkan tim Ligue 1 lainnya Nice, skor 2-1.
Lantas di babak 8 besar mereka ketemu raksasa Liga 1 Prancis, sang juara bertahan yang saat ini sedang ganas-ganasnya di bawah asuhan pelatih asal Spanyol Luis Enrique.
Rupanya Ousmane Dembelem mau memberi pelajaran tentang sadis bermain bola melawan tim kuat di Liga 1 Prancis. PSG yang tak terkalahkan dalam 20 laga terakhir di semua kompetisi tak mau dinodai pendapat baru.
Maka satu-satunya cara yaitu menghajarnya dengan 7 gol tanpa balas. Setiap gol dicetak, Orang Paris menari, tertawa ruang dan bahkan mengolok-olok tim tuan rumah. Lancang dan sadis.
Aksi itu dimulai Neves, ketika dia mendapat peluang saat bola kemelut di depan gawang. Dia menyepak bola ke sudut kanan gawang. Skor 1-0.
Aksi Neves kemudian diikuti Goncalo Ramos yang mencetak tiga gol yaitu pada menit 36 menit ke-49 lewat titik putih 11 meter dan pada menit 58.
Belum puas dengan 4 gol, Doue pada menit 55 menambah skor dan Mayulu mencetak gol keenam bagi tim pada menit 66. Skor 6-0, bagi tuan rumah hanya bisa dihibur jika ada sebiji saja gol. Namun itu tidak terwujud.
Nama besar PSG tidak mau dinodai sebiji gol penghibur. PSG ingin menambah rekor clean sheet. Alih-alih mendapat gol penghibur, tim tuan rumah kembali kebobolan.
Dembele yang lagi naik pamor di Liga Prancis dan Champions menunjukkan terang bintangnya. Dia mencetak gol pada menit 85 dan menjadi gol penutup di pesta malam itu. Skor akhir 7-0.