Jakarta, INDONEWS.ID - Pada Februari 2025 beberapa minggu yang lalu, Ilmuan China menemukan virus Corona kelelawar baru yang disebut HKU5-CoV-2. Virus tersebut berpotensi menginfeksi manusia dan mengikat reseptor yang sama dengan SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19.
Masyarakat lalu kawatir dan bertanya-tanya, apakah akan ada wabah dan bahkan pandemi akibat virus baru ini.
Terkait hal ini, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan masyarakat tidak perlu kuatir.
Untuk itu, dia mengatakan, ada empat penjelasan.
Pertama, ini adalah temuan laboratorium, belum ada kasus pada manusia. ”Jadi terlalu cepat kalau mengatakan bahwa akan ada outbreak baru, apalagi ancamanm pandemi,” ujarnya.
Kedua, memang reseptornya di manusia adalah sama dengan SARS COV2 penyebab COVID-19. Tetapi virusnya bukanlah sejenis yang COVID-19 tapi lebih ke yang jenis korona penyebab MERS-COV.
Kita tahu bahwa MERS CoV tidaklan pernah menjadi masalah kesehatan berarti sampai kini. ”Dengan dua hal di atas maka temuan HKU5-CoV2 ini pada saat ini bukan merupakan ancaman penularan yang akan meluas dan bukan (atau setidaknya belum) berpotensi akan menjadi wabah,” katanya.
Ketiga, dengan temuan laboratorium ini maka sudah mulai dilihat potensi penggunaan obat dan antibodi terhadapnya di masa datang. Ini suatu hal yang baik, artinya kita waspada lebih awal kendati memang belum ada potensi wabah yang nyata.
Keempat, adanya temuan seperti ini tentu penting, karena bagaimanapun upaya antisipasi wabah (dan juga pandemi) adalah dengan melakukan surveilan ketat (termasuk di seluruh pelosok negara kita) dan analisa kesehatan masyarakat, klinik dan genomik yang baik.
”Ini sesuatu yang harus selalu dilakukan dunia, dan juga negara kita tentunya,” pungkasnya. *