Olah Raga

Usai Menang Telak 4-1 Atas Brasil, Pelatih Scaloni dan Julian Alvarez Bicara soal Messi

Oleh : donatus nador - Kamis, 27/03/2025 18:04 WIB


Kabar kemenangan Argentina atas Brasil dengan skor 4-1 pada lanjut kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL masih gempar.

Jakarta, INDONEWS.ID--Kabar kemenangan Argentina atas Brasil dengan skor 4-1 pada lanjut kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL masih gempar. 

Kemenangan besar yang diraih pasukan Lionel Scaloni di Estadio Monumental selain berdampak buruk bagi tim Samba juga positif bagi Argentina.

Positifnya bagi skuad Tango, kepercayaan diri para talenta muda semakin bertambah. Dengan kata lain, ada berkat terselubung dari absennya mega bintang Lionel Messi dalam laga tersebut.

Bermain tanpa Messi, empat pemain mencetak 4 gol. Gol dibuka Julian Alvarez pada menit ke-4. Delapan menit kemudian, giliran Fernández yang mencetak gol.

Selanjutnya, pada menit 37 Mac Allister mencatatkan namanya di papan skor. Simeone, pemain pengganti, menyempurnakan kemenangan timnya dengan mencetak gol pada menit  71.

Formasi yang dimainkan Scaloni 4-1-3-2, di mana Alvarez dan Fernández di depan yang ditopang  de Paul, Mac Allister dan Almada lebih dari yang diharapkan.

Baik duet lini depan dan trio lini tengah sukses mencetak gol. Saat lawan Uruguay, Almada yang muncul dari sayap kiri mampu membobol gawang tuan rumah.

Saat lawan Brasil, duet Alvarez dan Fernández mencetak gol dan lini penopang Mac Allister plus pemain pengganti Simeone mampu mencetak gol.

De Paul juga nyaris mencetak gol saat lawan Brasil. Dalam dua laga, lawan Uruguay dan Brasil, penggawa Tango di baris depan sukses mencetak 5 gol.

Ini bisa disimpulkan kinerja lini depan Argentina semakin dahsyat. Jadi, tanpa Messi pun Argentina diprediksi bakal mampu mempertahankan trofi Piala Dunia pada 2026 mendatang.

Dalam konteks inilah Julian Alvarez dan pelatih Scaloni bicara tentang Lionel Messi. Diketahui, Messi tidak bisa memperkuat timnya pada dua laga kali ini karena masih cedera otot.

Sebelum laga melawan Uruguay, absennya Messi menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelatih dan fans. Namun kekhawatiran itu bisa dijawab oleh tim Tango lewat sebiji gol yang dicetak Almada.

Belum yakin hanya dengan kemenangan 0-1, kecemasan kembali muncul saat melawan rival abadi Brasil. Sesumbar Raphinha yang niat amat mengalahkan Argentina, membuat para pemain geram.

Sesumbar Raphinha dan kekhawatiran fans pun terjawab dengan kemenangan besar 4-1 atas Brasil. Julian Alvarez pun angkat bicara dengan nada merendah sembari tetap menempatkan Messi sebagai yang paling berbahaya.

Alvarez mengaku tim bisa mencetak lebih banyak gol jika Messi bermain. "Dengan Messi kami mungkin bisa mencetak dua atau tiga gol lagi," kata Alvarez.

"Tim terbaik kami selalu ketika nomor 10 bermain, karena dia yang terhebat sepanjang masa," timpal Rodrigo De Paul.

Setidaknya, dengan hasil akhir yang kian menunjukkan kedalaman skuad Tanggo, pelatih Scaloni lepas dari persoalan yang menimpa Messi.

Bagi Scaloni, kalau Messi bisa memperkuat Timnas Argentina pada 2026, syukur. Scaloni menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Messi.

Karena itu, dia meminta semua pihak tidak terus-menerus membahas masa depan sang kapten agar tidak membebani psikologis pemain.

"Kita lihat saja nanti, masih banyak waktu. Kami harus fokus satu pertandingan demi satu pertandingan, jika tidak kita akan membahas hal yang sama sepanjang tahun,` kata Scaloni.
"Biarkan dia memutuskan kapan dia mau, jangan bikin dia stres dengan pertanyaan ini," sambung Scaloni.

Saat ini posisi Argentina sudah aman, setelah kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 usai tetap berada di puncak klasemen dengan 31 poin.

Kekalahan di sisa laga tidak akan mempengaruhi Argentina. Kini pertanyaan tersisa, apakah pemain 37 tahun itu akan tetap memperkuat Tango?

Semua mata tertuju pada keputusan Messi. Karena pelatih sudah menegaskan bahwa keputusan tergantung Messi, apakah dia akan mengejar gelar back-to-back.

Artikel Lainnya