Nasional

Inggris Kerahkan Jet Tempur ke Timur Tengah di Tengah Memanasnya Konflik Israel-Iran

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 15/06/2025 14:13 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Inggris mengerahkan sejumlah aset militer, termasuk jet tempur, ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipatif menyusul eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer dalam perjalanan menuju pertemuan negara-negara G7 di Ottawa, Kanada, Sabtu (14/6/2025).

"Kami telah mengerahkan sejumlah aset ke kawasan itu, termasuk jet tempur. Langkah ini diambil sebagai dukungan darurat," kata Starmer kepada wartawan dalam penerbangan, dikutip dari kantor berita AFP.

Starmer mengonfirmasi bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari.

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran, dan mengakibatkan puluhan korban jiwa, termasuk komandan tinggi Angkatan Darat dan Garda Revolusi Iran serta sejumlah warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Situasi pun berkembang cepat dan semakin intens.

"Kami terus berdiskusi dengan para sekutu setiap saat, baik saya secara langsung maupun Menteri Luar Negeri David Lammy, yang juga menjalin komunikasi dengan Iran," ujar Starmer. Ia menegaskan bahwa prioritas utama Inggris adalah mendorong de-eskalasi konflik.

“Pesan utama kami sejak awal adalah de-eskalasi. Oleh karena itu, seluruh tindakan dan pembicaraan kami selalu berfokus pada upaya meredakan ketegangan,” tambahnya. Menurut Starmer, perbincangannya dengan Netanyahu berlangsung dalam suasana yang baik dan konstruktif, dengan fokus pada isu keselamatan dan keamanan Israel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap potensi eskalasi lebih lanjut. Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu, Lammy menyerukan agar semua pihak menahan diri.

"Kita harus segera meredakan ketegangan dan mencegah risiko yang lebih besar terhadap warga sipil," tulis Lammy. Ia juga mengungkapkan bahwa telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk menyampaikan seruan serupa.

Langkah Inggris ini menandai keterlibatan diplomatik dan militer yang signifikan dari negara-negara Barat dalam krisis yang semakin kompleks di Timur Tengah, di tengah kekhawatiran global akan meluasnya konflik.

Artikel Lainnya