Bisnis

Dari Kebijakan Subsidi Hingga Charging Station, Jadi Tantangan Penjualan Motor Listrik

Oleh : very - Rabu, 18/06/2025 17:33 WIB


Komisaris PT Sunra Distributor Indonesia/PT Sunra Retail Indonesia, Ismeth Wibowo. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Produsen termasuk konsumen motor listrik saat ini sedang harap-harap cemas menanti kebijakan subsidi dari pemerintah untuk mendorong pertumbuhan produksi dan penjualan motor listrik dan sepeda listrik.

Komisaris PT Sunra Distributor Indonesia/PT Sunra Retail Indonesia, Ismeth Wibowo mengatakan, subsidi tersebut sangat dibutuhkan di tengah kondisi penjualan kendaraan listrik yang lagi lesu saat ini.

”Semua produsen motor listrik sedang menanti kebijakan dari pemerintah tersebut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/6).

Selain kebijakan subsidi dari pemerintah tersebut, Ismeth menyebutkan bahwa para pelaku industri mobil listrik, dan motor listrik di tanah air juga menantikan sejumlah kebijakan lain.

Ismeth mengatakan, saat ini, produsen motor listrik belum mampu memproduksi kendaraan dengan jarak tempuh yang jauh. “Kalau motor listrik jaraknya bisa jauh, charging baterai cepat, harga murah, pasti semua akan beli, gampangnya begitu. Jarak bisa 100 km lebih, charge baterai ngga lebih dari satu jam, pasti diburu pembeli,” ujarnya.

Selain itu, tarikan motor listrik juga masih kurang. “Motor listrik tarikannya kurang, anak muda kan ngga suka yang tarikannya kurang. Isu-isu ini belum terpecahkan dengan baik,” katanya.

Ismeth melanjutkan, PLN juga seyogyanya memperbanyak charging station.

Karena itu, katanya, perbankan dan korporasi pembiayaan juga harus mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Peran perbankan dalam memfasilitasi pembiayaan kendaraan listrik sangat penting, agar lebih terjangkau dan mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Skema pembiayaan seperti kredit pinjaman lunak atau kerja sama dengan perusahaan pembiayaan juga dinilai sangat krusial untuk mendorong penjualan dan adopsi kendaraan ramah lingkungan itu.

“(Karena itu, pemerintah harus menyiapkan) Insentif selain subsidi Rp.7 juta seperti yang sudah ada sebelumnya atau dengan skema lain seperti PPN DTP (Pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah),” ujarnya.

Tentunya, dibutuhkan juga peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat motor listrik dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil di bidang tersebut.

Seperti dikutip dari otomotif.kompas.com, ketidakpastian terkait subsidi motor listrik dari pemerintah saat ini menjadi salah satu tantangan dari penjualan motor listrik.

CEO Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, di sela-sela peluncuran Tyranno, Senin (16/6/2025) mengatakan, ketikdapastian tersebut berdampak bagi keputusan konsumen.

“Sudah terjadi (penundaan pembelian). Dari sebelum launching, kami sudah tahu tidak ada subsidi. Tapi ketika muncul isu akan ada subsidi, masyarakat jadi resah, jadi uncertain,” ujarnya.

Pius menambahkan bahwa menurut informasi internal, program subsidi sebenarnya ‘sudah hampir pasti’, namun masih menunggu penyelesaian proses formal dari pemerintah. “(Subsidi motor listrik) tinggal menunggu saja. Mari kita berdoa bersama,” kata Pius. *

Artikel Lainnya