Nasional

Direktur RS Indonesia Tewas di Gaza, Begini Respon Ketua DPR RI

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 04/07/2025 08:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Direktur Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, beserta keluarganya akibat serangan udara Israel. Puan menilai serangan tersebut telah melampaui batas kemanusiaan karena menyasar wilayah sipil dan tenaga medis.

"Serangan Israel ke pemukiman sipil sudah melewati batas. Wilayah yang diserang itu seharusnya steril dari kekerasan militer," ujar Puan kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Puan mengajak seluruh pihak untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, terutama di tengah konflik yang berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang kembali karena bukan hanya merupakan problem politik atau konflik, tetapi menyentuh aspek mendasar: kemanusiaan.

Sebelumnya, Direktur RSI Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan tewas dalam serangan Israel yang menghantam apartemen tempat ia tinggal bersama keluarganya pada Rabu (2/7). Kantor berita Palestina, WAFA, menginformasikan bahwa dr. Marwan meninggal dunia bersama istri dan beberapa anaknya. Jenazah mereka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza.

Serangan brutal itu juga dilaporkan menyebabkan dua warga Palestina lainnya gugur dan sejumlah lainnya luka-luka dalam serangan terpisah yang menghantam Sekolah Al-Zaytoun di bagian selatan Gaza City.

Organisasi kemanusiaan MER-C Indonesia turut membenarkan kabar duka tersebut. Dalam pernyataan resminya, MER-C menyebut bahwa total sembilan warga Palestina syahid dalam serangan terhadap kediaman dr. Marwan, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang dibangun dengan bantuan rakyat Indonesia, telah berulang kali menjadi sasaran serangan Israel sejak agresi dimulai pada 7 Oktober 2023. Serangan terakhir pada akhir Mei lalu menyebabkan kerusakan parah pada struktur bangunan dan mengganggu layanan medis bagi warga yang terdampak perang.

Sejak dimulainya agresi, dilaporkan lebih dari 56.500 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Sementara itu, 133.419 lainnya mengalami luka-luka akibat bombardir tanpa henti yang dilancarkan militer Israel terhadap Jalur Gaza.

Puan menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan internasional untuk menghentikan kekejaman ini dan meminta dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Artikel Lainnya