Nasional

Kompolnas Temukan Fakta Baru Kematian Diplomat Kemlu ADP, Akan Telusuri TKP Bersama Polda

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 20/07/2025 18:54 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap telah memperoleh sejumlah fakta baru terkait kematian misterius seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39), yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Fakta-fakta baru itu didapat setelah Kompolnas bertemu langsung dengan keluarga korban. Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, dalam keterangan persnya pada Minggu (20/7/2025).

"Yang tak kalah penting, kami juga diberi informasi yang sifatnya baru dan belum ada di perdebatan umum dan harus kami telusuri. Kami akan mendalaminya dengan pengecekan langsung ke TKP, termasuk bersama Polda Metro Jaya," ujar Anam.

Meski tidak membeberkan secara rinci isi informasi tersebut, Anam menyebut bahwa temuan itu berkaitan dengan kegiatan korban, baik pada hari kejadian maupun hari-hari sebelumnya.

“Kami menelusuri latar belakang aktivitas almarhum dari hari kejadian dan menarik mundur ke waktu-waktu yang relevan. Di situ kami menemukan sesuatu yang baru, dan ini semakin memperjelas arah penyelidikan,” tambahnya.

Selain itu, Kompolnas juga memperdalam hasil temuan polisi terkait sejumlah barang di lokasi kejadian. Menurut Anam, penyelidikan kini difokuskan pada keterkaitan benda-benda tersebut dengan penyebab kematian korban.

"Kami mendalami bagaimana barang-barang itu berada di lokasi, dan bagaimana hubungannya dengan peristiwa ini," katanya.

Lebih lanjut, Kompolnas juga melakukan pendalaman terkait latar belakang pribadi ADP dengan menggali informasi dari keluarga, termasuk rutinitas kerja dan interaksi sosialnya. "Penting untuk memahami dinamika personal dan profesional korban untuk menelusuri lebih jauh motif atau penyebab kematiannya," ungkap Anam.

Sebelumnya, pada Selasa (8/7/2025), ADP ditemukan tewas di kamar kosnya dalam kondisi mencurigakan. Ia ditemukan dalam posisi tergeletak di atas kasur, dengan kepala terlilit lakban kuning dan tubuhnya tertutup selimut biru.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, termasuk gulungan lakban, dompet, pakaian, dan beberapa obat-obatan ringan. Meski ditemukan sidik jari korban di lakban, penyidik belum dapat memastikan apakah lakban tersebut dipasang sendiri atau melibatkan pihak lain.

Hingga kini, penyelidikan terus berlanjut. Kompolnas memastikan akan mengawal kasus ini secara independen demi memastikan transparansi dan keadilan bagi pihak keluarga.

Artikel Lainnya